Monday, 2 May 2016

Keutamaan Shalat Jumat untuk Umat Islam.

Keutamaan Shalat Jumat untuk Umat Islam. Safar dan shalat Jum'at
Hz. Khalifatul Masih kedua bersabda :
"diantara teman-teman ada perbedaan bahwa ada fatwa Hz. Masih Mau'ud as. bahwa jika shalat-shalat dijamak maka shalat sunah awal, akhir, dan pertengahan dibebaskan. Tidak diragukan lagi bahwa ketika shalat Dzuhur atau Ashar dijamak, maka shalat sunah pertengahan dimaafkan. Atau jika shalat Maghrib dan Isya' dijamak maka shalat sunah pertengahan dan akhir dimaafkan. Tapi yang dipertentangkan adalah, seorang teman menjelaskan bahwa dalam suatu perjalanan dia beserta dengan saya. Saya mengimami dan menjamak shalat Jum'at dan Ashar, dan saya mengerjakan shalat sunah sebelum Jum'at. Kedua hal ini benar. Dalam kondisi shalat dijamak shalat sunah dimaafkan, hal ini benar. Benar juga bahwa shalat sunah sebelum Jum'at yang biasa Rasul Karim saw. kerjakan, saya mengerjakannya dalam safar tersebut. Dan sekarang juga saya mengerjakannya. Sebabnya adalah shalat-shalat nafal yang dikerjakan sebelum shalat Jum'at, sebenarnya Rasul Karim saw. mengerjakannya untuk menghormati Jum'at. Saat safar boleh mengerjakan shalat Jum'at dan boleh juga meninggalkannya. Saya telah melihat Hz. Masih Mau'ud as. Mengerjakan shalat Jum'at dalam safar juga melihat beliau meninggalkannya. Suatu kali Hz. Masih Mau'ud as. Pergi ke Gurdaspur untuk suatu persidangan. Beliau bersabda, "Hari in tidak akan diadakan shalat Jum'at sebab kita sedang safar."
Seorang sahabat yang sifatnya terus terang datang ke hadapan beliau dan berkata, "Saya mendengar tuan bersabda kalau hari ini tidak akan nada shalat Jum'at"
Hz. Khalifatul Masih awal kebetulan hari-hari iru ada di Gurdaspur. Tapi hari itu beliau pergi ke Qadian untuk suatu urusan. Sahabat tersebut berpikir bahwa mungkin beliau memberi petunjuk  bahwa shalat jumat tidak akan dilaksanakan karena Maulwi sahib (khalifah awal) tidak ada di sini. Karena itu dia berkata, "Tuan, saya bisa mengimami shalat Jum'at." Beliau bersabda, "Ya tentu kamu bisa. Tapi kita kan sedang safar." sahabat tersebut berkata, "Tuan, saya bisa menjadi imam shalat Jum'at dengan baik, dan saya juga sudah sering menjadi imam shalat Jum'at." Ketika beliau melihat bahwa sahabat tersebut sangat ingin mengimami shalat Jum'at, beliau bersabda, "Baiklah, hari ini akan diadakan shalat Jum'at." Jadi saya melihat Hz. Masih Mau'ud as. Mengerjakan shalat Jum'at dalam safar dan meninggalkannya juga. Ketika mengerjakan shalat Jum'at dalam safar, saya selalu mengerjakan shalat sunah qabliyah. Pendapat saya adalah itu hendaknya dikerjakan sebab itu berbeda dengan (sunah) yang umum. Itu adalah sebagai penghormatan kepada Jum'at. { Al-Fazl 24 Januari 1942 dan 16 Oktober 1946}
Jadi shalat Jum'at dapat dilakukan di semua tempat. Baik dalam kondisi safar maupun mukim. Untuk itu tidak perlu syarat ada kota maupun sedang mukim. Hanya satu syarat untuk diizinkan shalat Jum'at yakni keamanan dan perdamaian serta pengaturan dan penjagaan bisa dilakukan. Terdapat pengaturan yang baik untuk orang-orang yang berkumpul dan berinteraksi, supaya tidak timbul bahaya kekacauan disebabkan banyaknya orang yang berkumpul.
Tapi ada satu hal yang penting yakni shalat Jum'at hanya wajib ketika orang mukim, sehat, keadaan aman, dan orang bisa berkumpul sejumlah yang diperlukan untuk shalat Jum'at. Jika tidak, jika kondisinya sebaliknya, bisa melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at.
Arti wajibnya shalat Jum'at adalah shalat Jum'at itu perlu. Dan tidak boleh shalat Dzuhur sebagai gantiya. terdapat dalam riwayat Baihaqi bahwa gubernur Bahrain menulis surat kepada Hz. Umar ra., "untuk datang ke shalat Jum'at ada syarat satu tempat tertentu, seperti kota, desa, dan lain-lain atau tidak?" atas hal itu beliau menulis kepada gubernur tersebut. "Dimanapun anda berada, di sana anda bisa mengerjakan shalat Jum'at." Yakni untuk itu tidak ada syarat safar atau mukim. Bunyi hadistnya adalah sebagai berikut :
اَنْ اِجْمَعُوْا حَيْثُ مَا كُنْتُمْ
Terjemah : berkumpullah dimanapun kalian berada. {Izalatul khafa hal. 97,  Fiqh Umar hal 84}
Begitu juga dalam Baihaqi, kitab Jum'at terdapat riwayat :
الْجُمُعَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى كُلِّ قَرْيَةٍ وَ اِنْ لَمْ يَكُنْ فِيْهَا اِلَّا اَرْبَعَةً
Terjemah : Shalat Jum'at wajib atas setiap kota walaupun tidak ada di dalamnya kecuali 4 orang.
Jelaslah bahwa dengan adanya jawaban tersebut tidak ada gunanya memperdebatkan apakah batasan-batasan kota, dan apa sekelilingnya. {Sunan Al-Kubra Baihaqi hal. 179}
Petunjuk mengenai shalat Jum'at bagi pasukan yang sedang bergerak adalah; Jika tentara bersama pemimpin pasukan berkemah di suatu tempat yang termasuk wilayah hukum suatu desa atau kota dan di sana bisa dilaksanakan shalat Jum'at, maka disana hendaknya pasukan juga melaksanakan shalat Jum'at. Jika tidak, maka tidak perlu. Ibrahim Nakh'i Berkata :
كَانُوْا لَا يَجْمَعُوْنَ فِى الْاَسَاكِرِ
Terjemah : Pasukan tidak perlu berkumpul (untuk shalat Jum'at) {Aujuzul Masalik syarah Al Muwaththa imam Malik hal 352}
{Fiqih Ahmadiyah, Malik Saifur Rahman-Nazim Darul Ifta Rabwah, Hal 166-168}
PAM-Mubarak

Sunday, 1 May 2016

Bagaimana menjaga Perasaan Sesama Muslim

Bagaimana Menjaga Perasaan sesama Muslim

...Siapa Yang Kentut..? Silahkan Berdiri..!

Kisah #1

Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut, salah seorang dari mereka berdiri dan berkata,

"Barangsiapa yang kentut, silakan bangun". Hening, tak seorang pun berdiri.

Ketika datang waktu Isya mereka berkata, "Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Orang itulah yang kentut".

Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar. Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya, mungkin malu.

Lalu Bilal bangun untuk mengumandangkan adzan. Kemudian Nabi Muhammad berkata: "Tunggu dulu, aku belum batal, tapi aku hendak berwudhu lagi."

Lalu para sahabat pun ikut berwudhu dan tidak diketahui siapa yang kentut waktu itu.

Kisah #2

Usai shalat ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Nabi beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap.

Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Nabi sedikit berubah tanda tidak nyaman.

Maka tatkala waktu shalat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu!".

Mendengar perintah Nabi tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.

Subhanallah. Sungguh, dalam diri Nabi terdapat teladan yang baik bagi kita semua.

Kisah #3

Kisah tentang menjaga perasaan saudara seiman pun juga terjadi pada seorang ulama, yaitu Syaikh Abdurrahman Hatim bin Alwan. Beliau merupakan salah satu ulama besar di Khurasan pada zamannya. Dikenal dengan Hatim Al A'sham, yang artinya Hatim si tuli.

Suatu ketika ada seorang wanita yang datang menemui beliau. Namun, tanpa sengaja ia kentut dengan suara yang cukup keras. Wanita itu salah tingkah, menahan malu. Lalu syaikh ini pura-pura tuli, dan meminta si wanita mengulangi pertanyaannya.

Dengan sikap sang syaikh, wanita itu pun merasa sedikit lega. Ia mengira sang syaikh benar-benar tuli. Lalu mereka berbicara dengan saling meninggikan suara.

Wanita itu hidup selama lima belas tahun setelah kejadian tersebut. Selama itu pula Syaikh Hatim pura-pura tuli. Hingga wanita itu meninggal, ia tak pernah tahu kepura-puraan beliau.

-----

Ketiga kisah di atas menceritakan bagaimana seharusnya seorang muslim menjaga kehormatan saudaranya. Bukan malah menertawakannya atau menyebarkan aibnya.

Abu Hurairah berkata, Nabi bersabda :

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.

"... siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya."

Saturday, 30 April 2016

Mengorbankan Apapun Yang Telah Direzekikan Allah SWT

MENGORBANKAN APAPUN YANG TELAH DIREZEKIKAN ALLAH

"Setelah itu tentang orang    mutaki dikatakan:

"Dan membelanjakan  dari apa yang direzekikan kepada mereka"  – Al-Baqarah:4

Di sini, bag orang mutaki digunakan kata mimmī (dari apa), sebab pada saat itu dia sedang berada di dalam kondisi buta. Oleh karena itu apa saja yang telah diberikan Tuhan kepadanya, sebagian dari antara anugerah (rezeki) itu dia berikan atas nama Tuhan.

Sebenarnya jika dia memiliki mata, tentu dia akan melihat bahwa dia tidak memiliki apa-apa, sebab segala sesuatunya hanya milik Tuhan. Ini adalah suatu tabir yang lazim terdapat  di dalam ittiqa (takwa). Keinginan kondisi ittiqa itu yang membuat orang mutaki tersebut mengeluarkan sebagian dari apa-apa yang telah diberikan Tuhan padanya.

Rasul Karim saw. pada saat menjelang wafat, beliau menanyakan kepada Hadhrat 'Aisyah, "Apakah masih ada yang tersisa dari rumah ini?" Maka diketahui bahwa ada uang satu dinar. Beliau bersabda,  "Ini sungguh jauh dari ciri¬ kehidupan seorang yang dekat dengan Tuhan, bahwa dia menyimpan segala-sesuatu pada dirinya".

Rasul Mulia saw. telah melewati derajat ittiqa dan sudah sampai pada derajat kesalihan,  karena itu tidak ada istilah  mimmā (sebagian dari) bagi beliau, sebab  orang itu   buta,  yaitu orang yang menyimpan sebagian  pada dirinya dan sebagian lagi dia berikan  kepada Tuhan.

Namun hal itu merupakan suatu kelaziman bagi orang mutaki, sebab dengan  memberikan harta di jalan Tuhan pun sudah merupakan peperangan melawan nafsu baginya. Itulah yang menyebabkan dia memberikan sebagian, sedangkan sebagian lagi dia simpan bagi dirinya. Ya, Rasul Mulia saw. telah memberikan segalla-galanya di jalan Tuhan, dan sedikit pun tidak ada yang beliau simpan untuk diri sendiri.

Sebagaimana di dalam tulisan "Dharm mahutsu"    terdapat keterangan  tentang tiga kondisi manusia yang dialami manusia dari sejak pertama hingga akhir, maka seperti itu pula di sini pun Al-Quran Karim – yang datang  untuk membawa manusia menempuh jenjang-jenjang kemajuan – telah memulai dengan ittiqa (ketakwaan).

Ini adalah sebuah jalan yang penuh usaha gigih (kerja keras). Ini adalah sebuah medan yang berbahaya. Di tangan orang mutaki terdapat pedang, dan di tangan lawan pun ada pedang. Jika dia selamat maka dia telah najāt (keselamatan), dan tidak termasuk ke dalam golongan 'Asfalus Sāfilīn' (paling rendah dari segala yang rendah).
      
Di sini tentang sifat-sifat orang mutaki tidak ada difirmankan bahwa, "Apa pun yang telah Kami berikan dia keluarkankan seluruhnya", sebab di dalam diri  orang mutaki tidak terdapat kekuatan iman seperti yang ada pada diri para nabi, sehingga – tidak seperti Pemberi petunjuk kita yang sempurna [saw.] – apa pun yang telah diberikan Tuhan kepadanya tidak semuanya diserahkan kembali kepada Tuhan.
      
Oleh karena itu pertama-tama ia hanya diwajibkan membayar pajak yang ringan, supaya setelah merasakan  kelezatan  itu dia menjadi siap untuk melakukan pengorbanan yang lebih banyak lagi.   
(Malfuzat, jld I, hlm. 31-32 / Pidato Pertama Hadhrat Masih Mau'ud a.s. pada Jalsah Salanah, 25 Desember 1897).
PAM-mubarak

Friday, 29 April 2016

Wahai Orang Yang Beriman Janganlah Mengikuti Langkah Setan

Wahai Orang Yang Beriman Janganlah Mengikuti Langkah Setan. 

Terjemah bebas Khutbah Jumat 11-03-2016 oleh Saifullah Mubarak Ahmad. Terjemah langsung ini inisiatif sendiri dan  hanya bersifat sementara, sedangkan untuk rujukan resmi akan ada terjemahan resmi dari Jemaat.

---

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Yã ayyuhal ladzīna āmanū lā tattabiū khutuwātisy syaithān.... (An-Nur 24:22)

Terjemah: wahai orang-orang yang beriman janganlah kalian mengikuti langkah setan, sesungguhnya itu hal yang memalukan dan menjauhkan karunia Allah Taala. setan adalah musuh abadi manusia. bukan karena dia memiliki kekuatan, namun ketika penciptaan manusia dia diberi kebebasan, karena Tuhan tahu bahwa hambaNya akan selamat dari godaan setan. setan menjauhkan manusia dari kebaikan.

setan berkata kepada Tuhan bahwa dengan maksud apa Engkau menciptakan manusia, maka aku akan menghalangi mereka, kalau Engkau memberi izin maka aku akan menyesatkan mereka, namun hamba Engkau yang hakiki tidak akan bisa aku jatuhkan

namun Allah Taala mengirim nabi-nabiNya untuk menyelamatkan manusia, untuk memberi tahu jalan menuju setan, dan memberi tahu bahwa setan adalah musuh kalian yang nyata. setan merayu kalian sedemikin rupa yang menghantarkan kalian ke arah keburukan-keburukan.

setan nanti di akhirat akan berkata, memang aku merayu dan mengajak kalian menuju keburukan, namun kalian kan makhluk yang berakal, mengapa kalian mau nurut? sekarang masuklah kalian ke neraka. di ayat yang saya tilawatkan tadi bahwa setan senantiasa mengikuti manusia. melancarkan serangan-serangan kepada manusia dengan menghalanginya dari siratal mustakim.

ada orang yang mengatakan bahwa aku sudah berada di jalan yang lurus sehingga aku tidak akan pernah diserang setan. orang seperti ini sudah salah paham, orang yang beriman kepada nabi Musa dan nabi Isa  juga dulu bisa disesatkan setan. bahkan orang-orang yang menamakan nya muslim sampai bisa murtad. hanya kerunia khusus Allah Taala saja yang bisa menyelamatkan kita.

dalam kalimat terakhir ayat di atas Allah taala memberikan ketenangan kepada hambaNya bahwa Dia adalah Maha Mendengar. maka mintalah pertolongan kepadaNya, sehingga membuat Allah Taala berghairat untuk memberikan kekuatan kepada hambaNya untuk menangkis serangan-serangan setan. jadilah hamba yang murni yakni jadilah hamba yang senantiasa menjauhkan diri dari laghhau atau yang sia-sia sehingga bisa mencapai tazkiya e nafs.

dalam ayat ini kita juga dapat memahami bahwa serangan setan tidak serta merta sekaligus. namun dia pelan-pelan menyerang sehingga manusia lalai. apapun keburukan yang menyebabkan keamanan lingkungan terganggu maka itu adalah keburukan besar. apabila ingin mendapat ridho Allah Taala maka dimana kalian secara dawam berusaha meninggalkan langkah-langkah setan maka di sana kalian harus dawam minta pertolongan kepada Tuhan.

kenapa setan diciptakan? Hz Masih Mau'ud as: "dalam diri manusia ada dua tarikan. pertama tarikan ke arah keburukan dan kedua tarikan ke arah kebaikan. terkadang manusia melakukan keburukan namun tanpa rasa malu kembali ke arah kebaikan, namun terkadang manusia ketika melakukan keburukan maka dia merasa malu dan bertobat. syariat Islam menamakan potensi kebaikan dengan lamma e malaik dan petensi keburukan lamaa e setan. yang mengajak ke arah kebaikan dinamakan malaikat atau ruhul qudus dan yang mengajak ke arah kaburukan disebut setan. tujuan diciptakan keduanya supaya insan mendapatkan hak atas ganjaran amalnya, ketika manusia juga memiliki potensi untuk berbuat buruk lalu dia menghindarinya maka untuk itu dia berhak untuk mendapat ganjaran"

bagaimanapun juga kedua pengaruh ini datang dari luar,yakni malikat dan setan. orang-orang yang tidak bertobat dari berbuat buruk maka dia sendiri akan menjadi setan. kenapa Allah Taala tidak mengazab setan seperti ini? Hz Aqdas: sesuai dengan ayat ini setan seperti ini akan diazab sesuai dengan yang telah dijanjikan yakni hari yang telah ditetapkan. apakah itu di dunia ini atau di akhirat nanti. sebagian setan sudah di azab dan sebagian nanti di akhirat.

akhlah fadilah, seperti sabar, iman, ikhlas, mengajak manusia ke arah Allah Taala dan ada akhlak yang buruk. insan berada ditengah kedua-dua ini, dia bisa ditarik ke arah Allah dan bisa juga ke arah setan. setan mengajak ke arah bohong, serakah, dengki.

segala sesuatu ada tandanya. seperti seorang tabib yang mengetahui dalam tumbuh-tumbuhan ada khasiyat untuk menyembuhkan penyakit maka dia memanfaatkannya, dan ketika dia tahu bahwa dalam suatu tumbuhan tidak ada khasiyat maka dia akan membuangnya. begitu pula dalam hamba yang mengaku beriman akan dijumpai tanda-tanda bahwa dia beriman yang ditunjukan dari amalnya.

takabur mengantarkan manusia ke arah kehancuran. setan dan adam sama-sama melakukan kesalahan, namun setan takabur dan tak mau minta maaf sedangkan adam tidak takabur dan mau minta maaf sehingga adam diampuni. takabur terkadang tidak dirasakan oleh manusia.

bagaimmana setan menggelincirkan manusia? ketika manusia tidak melakukan perbuatan yang menuju dosa, namun tetap saja setan senantiaa terus berusaha menggoda. bisa saja dia tidak melakukan dosa secara zahir, namun setan dengan berbagai cara menanam benih dosa dalam diri manusia. namun apabila ada rasa takut terhadap Allah taala makan setan tidak akan bisa menanam benih dosa dalam dirinya, sehingga setan putus asa dan pergi meninggalkannya.

apabila ada rasa takut kepadaTuhan maka manusia akan terhindar dari berbagai keburukan. pencuri pun tidak akan mencuri. kebanyakan manusia tidak bisa membedakan bisikan setan dan nikmat-nikmat dari Allah Taala.

bersama manusia senantiasa ada dua kekuatan yang menempel yakni malaikat dan setan. kita tidak bisa mengingkari itu. apabila tidak ada ilmu tentang sesuatu maka tidak berarti hal itu tidak ada. (orang-orang yang mengingkari wujud malaikat karena ilmunya tidak sampai kesitu, lihat ainah kamalaat e islam).

saat ini dengan ada penemuan-penemuan baru, kemajuan teknologi sehingga menjauhkan dari Allah Taala, di dalamnya pemerintah-pemerintah pun ikut serta, berusaha menjauhkan manusia dari agama, seyogyanya ini adalah serangan setan. dulu setan tidak langsung datang di hadapan hawa, sembunyi-sembunyi datangnya. saat ini juga setan seperti itu bahwa setan sembunyi-sembunyi membisikan keburukan kepada manusia.

ada dua macam orang, pertama, ada yang menerima Islam lalu larut dalam pekerjaan-pekerjaan dan bisnis duniawi, sehingga dia berada dalam serangan setan. ini bukan berarti bisnis dilarang, para sahabat juga berbisnis , namun mereka mendahulakan agama di atas dunia sehingga setan tidak dapat menyerang mereka. jenis kedua, adalah orang-orang yang hidupnya senantiasa memikirkan agama, dan menyerahkan dirinya untuk kemajuan agama. orang-orang seperti ini ada hizbullah (kelompok/pasukan Allah). mereka tidak akan pernah diserang setan.

terkadang sebagian orang secara zahir nampak baik dan sangat soleh, namun mengapa dia mahrum dari nikmat-nikmat Allah? karena di dalam dirinya terdapat dosa tersembunyi yang lebih berbahaya dari dosa zahir. seperti penyakit yang terlihat dapat segera diobati, namun penyakit yang tidak terlihat dan pelan-pelan dari dalam menghancurkan manusia yang dampaknya lebih berbahaya dibandingkan penyakit zahir,  seperti kanker.

tazkiya e nafs (penyucian diri) sangat penting. muslim yang benar adalah orang yang menjadi penjelmaan para nabi seperti para sahabat yakni mereka larut dan fana di dalamnya. selama tidak ada keitaatan seperti itaat yang di tunjukan para sahabat maka selama itu kalian ada dalam bahaya serangan setan.

semoga Allah Ta'ala senantiasa menolong kita. semoga senantiasa kita jauh dari godaan setan aamiin. semoiga Allah Tala memberikan kita taufik untuk mengamalkannnya. Aamiin.

---

*teks dirapikan oleh tim ARH Library

Thursday, 28 April 2016

Manusia Yang Paling dicintai Allah adalah Manusia Yang Bermanfaat

Wajah Allah bukan hanya ada saat Kita   Shalat, Puasa, Bayar candah, Menghadiri Majelis Zikir,, " Tetapi Wajah Allah ada juga pada Orang-2 yg Membutuhkan Pertolongan/ Perhatian Kita..

1. Pada suatu hari Rasululah SAW ditanya oleh sahabat beliau : "Ya Rasulullah, siapakah manusia yang paling dicintai Allah dan apakah perbuatan yang paling dicintai oleh Allah ? Rasulullah SAW menjawab : "Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling banyak bermanfaat dan berguna bagi manusia yang lain; sedangkan perbuatan yang paling dicintai Allah adalah memberikan kegembiraan kepada orang lain atau menghapuskan kesusahan orang lain, atau melunasi hutang orang yang tidak mampu untuk membayarnya, atau memberi makan kepada mereka yang sedang kelaparan dan jika seseorang itu berjalan untuk menolong orang yang sedang kesusahan itu lebih aku sukai daripada beri'tikaf di masjidku ini selama satu bulan " ( Hadits riwayat Thabrani ).

2. Setiap gerakan pertolongan merupakan nilai pahala " Siapa yang menolong saudaranya yang lain maka Allah akan menuliskan baginya tujuh kebaikan bagi setiap langkah yang dilakukannya " (HR. Thabrani ).

3. Memberikan bantuan juga dapat menolak bala, sebagaimana dinyatakan " Sedekah itu dapat menolak tujuh puluh pintu bala " (HR Thabrani ). Pertolongan Allah kepada seseorang juga tergantung dengan pertolongan yang dilakukannya antar manusia. "Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang yang lain". (Hadits muslim, abu daud dan tirmidzi)

4. Lebih hebat lagi, membantu orang yang susah lebih baik daripada ibadah umrah, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih berikut ini: "Siapa yang berjalan menolong orang yang susah maka Allah akan menurunkan baginya tujuh puluh lima ribu malaikat yang selalu mendoakannya dan dia akan tetap berada dalam rahmat Allah selama dia menolong orang tersebut dan jika telah selesai melakukan pertolongan tersebut, maka Allah akan tuliskan baginya pahala haji dan umrah dan sesiapa yang mengunjungi orang yang sakit maka Allah akan melindunginya dengan tujuh puluh lima ribu malaikat dan tidaklah dia mengangkat kakinya melainkan akan dituliskan Allah baginya satu kebaikan, dan tidaklah dia meletakkan tapak kakinya untuk berjalan melainkan Allah angkatkan daripadanya, Allah akan ampunkan baginya satu kesalahan dan tinggikan kedudukannya satu derajat sampai dia duduk disamping orang sakit, dan dia akan tetap mendapat rahmat sampai dia kembali ke rumahnya " (HR Thabrani ).

5. Memberikan bantuan juga dapat memadamkan kemarahan Tuhan, perhatikan hadits berikut ini: "Sesungguhnya sedekah yang sembunyi-sembunyi akan memadamkan kemarahan Allah, dan setiap perbuatan baik akan mencegah keburukan dan silaturrahmi itu akan menambah umur dan menghilangkan kefaqiran dan itu lebih baik daripada membaca laa haula wa laa quwwata illaa billah padahal dengan membacanya saja akan mendapat perbendaharaan surga dan dengan berbuat baik itu juga dapat menyembuhkan penyakit dan menghilangkan kegelisahan " (HR. Thabrani ).

6. Menolong orang lain juga dapat mengampuni dosa. "Siapa yang berjalan untuk membantu saudaranya sesama muslim maka Allah akan menuliskan baginya suatu kebaikan dari tiap langkah kakinya sampai dia pulang dari menolong orang tersebut. Jika dia telah selesai dari menolong saudaranya tersebut, maka dia telah keluar dari segala dosa-dosanya bagaikan dia dilahirkan oleh ibunya, dan jika dia ditimpa kecelakaan (akibat menolong orang tersebut) maka dia akan dimasukkan ke dalam surga tanpa hisab " (HR. Abu Ya'la ).

7. Allah SWT akan memberikan pelayanan surga kepada orang yang menolong meringankan beban hidup orang lain. Perhatikan hadits berikut ini: " Sesiapa yang bersikap ramah kepada orang lain dan meringankan beban hidupnya baik sedikit maupun banyak maka kewajiban bagi Allah untuk memberikan kepadanya.

Wednesday, 27 April 2016

Istigfar selalu Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan Kita Umatnya

Istigfar selalu Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW, bagaimana dengan Kita Umatnya?

ISTIGHFAR

Nabi Muhammad SAW bersabda,
  " Barang siapa memperbanyak mohon ampunan ( Istighfar ) maka Allah SWT akan membebaskannya dari Kedukaan, memberinya jalan keluar dari kesempitan dan memberinya rezeki dari arah yg tdk diduganya " ( HR Abu Dawud ).

       " Makna hakiki istighfar adalah Berdoa memohon pertolongan kepada Allah Ta'ala agar terlepas dari setiap keburukan dan kesalahan yang berlaku disebabkan kelemahan manusiawi,  dan agar dg karunia Allah Ta'ala kelemahan itu jangan sampai nampak ke permukaan, bahkan tetap tersembunyi, kemudian arti istighfar utk manusia umumnya diperluas lagi, dan masalah ini juga termasuk didalam istighfar ; orang yg telah terlanjur berbuat kesalahan dan keburukan, Allah Ta'ala melindungi akibat buruk dan pengaruh racun kejahatannya di dunia ini dan diakhirat juga, Sumber hakekat najat ( keselamatan ) adalah kecintaan pribadi kpd Allah Ta'ala. Yang sebaliknya menarik kecintaan Allah Ta'ala melalui perangai lemah lembut manusia penyerahan diri dan Istighfar secara Dawam..

Monday, 25 April 2016

Cerita ‘Cak Nun’ dengan Imam Mesjid Ahmadiyah di Berlin Jerman

Cerita 'Cak Nun' dengan Imam Mesjid Ahmadiyah di Berlin Jerman

Pada kesempatan itu Emha dan Novia menyempatkan bertemu dengan Jemaat Ahmadiyah, berikut ini adalah penuturan Emha yang disampaikan melalui email; Selama ini terdapat kesalahpahaman dan disinformasi serius tentang 'kasus' Ahmadiyah di Indonesia. Berita-berita yang sampai ke masyarakat Ahmadiyah di sejumlah Negara menyebutkan bahwa yang terjadi di Indonesia bukan hanya aktivitas Ahmadiyah dilarang, tapi juga para pimpinan atau Imam-Imam Jemaat Ahmadiyah di Indonesia, dibunuh. Demikian menurut Emha Ainun Nadjib, sesudah perjumpaannya dengan Imam Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin, Jerman) 24 Oktober 2008 yang lalu.
Pertemuan itu berlangsung di Masjid Khadija, markas Jemaat Ahmadiyah Qodiyan di wilayah yang dulunya terletak di Berlin Timur sebelum reunifikasi dua Jerman beberapa tahun silam. "Kecanggihan teknologi informasi tidak banyak menolong berkurangnya kemungkinan distorsi dan deviasi atau bahkan pembalikan fakta-fakta tentang sesuatu hal, terutama yang menyangkut Islam", katanya.

Jemaat Ahmadiyah dan Kaum Muslimin di Jerman mengalami berbagai 'ujian'. Berdirinya Masjid Khadija mendapat tentangan keras dari pemerintah lokal dan masyarakat setempat yang dulunya adalah rakyat DDR atau Negara sosialisme Jerman Timur yang memang tidak punya pengalaman berinteraksi dengan Ummat Islam. Tidak sedikit di antara masyarakat lokal tersebut yang bukan hanya fobi atau bahkan anti-Islam, tapi juga belum bisa menerima pergaulan dengan "orang asing" dengan Agama apapun. Akan tetapi konstitusi Negara Jerman mensyahkan berdirinya Masjid itu dan secara konsekwen aparat kepolisian menjaga keamanannya.

Pertemuan Emha dengan Imam Ahmadiyah Berlin itu untuk 'memastikan' pandangan Ahmadiyah di kota besar Eropa tentang tiga hal. Pertama, apakah Mirza Ghulam Ahmad itu Nabi atau bukan. Kedua, hujjah atau argumentasi kenabiannya. Ketiga,posisi dan fungsi kitab "Tadzkiroh".

Sejauh ini yang dimengerti oleh banyak kalangan di Indonesia, alasan kenabian Mirza Ghulan Ahmad adalah menyangkut "khataman-nabiyyin" atau penutup para Nabi. Menurut tafsir Ahmadiyah, kata "khatam" bukan bermakna "penutup" melainkan "cincin". Muhammad SAW adalah "cincin"nya para Nabi, semacam mutiara indah para Nabi. Argumentasi kedua menyangkut Hadits Nabi Muhammad SAW tentang pelaku hijrah yang terakhir, di mana Ulama Ahmadiyah berbeda pendapat dengan Ulama lain tentang salah satu kata dari kalimat Hadits itu.

Emha mengatakan Imam Ahmadiyah di Berlin itu menyatakan dengan tegas bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi. Argumentasi utamanya adalah kalau sesudah Muhammad SAW tidak ada Nabi, maka Nabi Isa tidak akan bisa turun lagi ke bumi sebagai Al-Masih atau Messiah atau Ratu Adil.

Akan tetapi dinyatakan kenabian Mirza Ghulam Ahmad sama sekali tidak mengurangi kebesaran dan keagungan Nabi Muhammad SAW. "Justru Mirza Ghulam Ahmad diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan keagungan dan keindahan Rasulullah Muhammad SAW", kata Emha menirukan Abdel Basith Thariq (Imam Ahmadiyah di Berlin), "Muhammad adalah Maestro, Mirza Ghulam Ahmad hanya salah seorang murid beliau, pengagum beliau, pecinta beliau, sehingga kesungguhan cintanya membuat Allah memberinya wahyu dan mengangkatnya sebagai Nabi yang bertugas menyebarkan Syariat Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW. Kitab Tadzkiroh adalah wahyu Allah kepada Mirza Ghulam Ahmad yang dimaksudkan untuk menjunjung keindahan Al-Quran dan turut menyebarkan kebenaran dan keindahannya".

Di bagian luar maupun dalam Masjid Khadija yang didirikan oleh Jemaat Ahmadiyah itu terdapat berbagai tanda dan tulisan-tulisan sebagaimana yang terdapat pada Masjid Ummat Islam pada umumnya: kaligrafi "Allah", "Muhammad", "Syahadatain", nama-nama Khalifah Empat, Asmaul Husna, di bagian atap dalam Masjid tertulis ayat "Ala bidzikrillahi tathmainnul qulub" (Niscaya dengan mengingat Allah-lah ketenangan hati didapatkan). "Semua yang saya kemukakan ini hanya report dan tidak ada opini saya sendiri", kata Emha.

Sunday, 24 April 2016

Jangan Berikan Anak perempuan kepada Ghair Ahmadi

Jangan Berikan Anak perempuan kepada Ghair Ahmadi

Ada satu pertanyaan apakah boleh memberikan anak gadis kepada ghair ahmadi atau tidak?. Dalam hal ini Hadhrat Masih Mauud a.s. sangat marah pada orang tersebut yang memberikan anak gadisnya pada ghair ahmadi. Ada seorang yang selalu bertanya pada Hadhrat Masih Mauud a.s. tentang hal ini dan memberikan  berbagai alasan bahwa ia terpaksa melakukannya. Tetapi Hadhrat Masih Mauud a.s. selalu menjawab, "Biar anak gadis tinggal selamanya di dalam rumah tapi jangan sekali-kali memberikan-nya pada ghair ahmadi". Maka Hadhrat Khalifatul Masih I ra mengeluarkan orang itu dari Jamaat Ahmadiyah dan beliau ra. tidak mau menerima taubat orang itu selama 6 tahun beliau menjadi Khalifah. Walaupun orang itu berkali-kali menyatakan bahwa dia telah bertaubat
. Banyak orang yang berkata kepada Hadhrat Abu Bakar r.a. bahwa apabila setelah Hadhrat Abu Bakar r.a., yang menjadi Khalifah adalah Hadhrat Umar r.a., maka akan terjadi kekacauan besar. Karena Hadhrat Umar ra. seorang yang pemarah. Hadhrat Abu bakar ra. bersabda bahwa "Sifat pemarah Umar hanya kelihatan selama saya memperlihatkan lemah lembut. Dan apabila saya sudah tidak ada maka dengan sendirinya ia akan berubah menjadi lemah lembut". Begitu juga dengan sifat saya  dulu, kalau ada yang melanggar perintah Hazrat Masih Mauud as. Maka orang itu harus diberi hukuman yang sangat berat, tapi sekarang sifat itu sudah hilang. Dan bahkan berubah menjadi penuh kelemah lembutan. Sampai kita merasa senang dengan adanya 10 orang saja yang sangat mukhlis dalam Jamaat. Tapi sangat tidak menyenangkan bahwa dengan sepuluh juta  anggota Jamaat tapi tidak taat kepada perintah Hadhrat Masih Mauud a.s.. Maka dari itu kepada anggota Jamaat yang ada dalam golongan itu dengarlah baik-baik, bahwa Hazrat Masih Mau'ud a.s. sangat tidak senang dengan hal itu. Maka dari itu kita harus mengamalkan perintahnya. Bukan kebiasaan saya utnuk mengeluarkan mereka dari Jamaat, tapi kalau ada yang melanggar perintah tersebut, maka saya akan mengeluarkan orang tersebut dari Jamaat. Baru beberapa bulan yang lalu ada seseorang yang memberikan anak gadisnya kepada ghair ahmadi, maka saya telah mengeluarkan orang itu dari Jamaat. Dan setelah itu dia betul-betul bertaubat dan meminta maaf. Tapi saya katakan kepadanya, bahwa penyesalan ini baru kamu ingat setelah kejadian berlalu, jadi penyesalan itu tidak ada gunanya. Kita memerlukan orang yang jujur. Andaikata saya mengambil bai'at seseorang,  maka apakah orang itu sampai waktunya nanti akan tetap sebagai Ahmadi? Padahal dalam pandangan Allah Ta'ala dia bukan Ahmadi. Yang dikatakan Ahmadi hanya mereka yang dalam pandangan Allah Ta'ala sebagai Ahmadi. Tidak ada orang yang boleh menjadi Ahmadi hanya karena telah bai'at kepada saya. Oleh sebab itu, jadilah orang Ahmadi dalam pandangan Allah, dan berusahalah sekuat tenagamu untuk  mentaati perintah Hazrat Masih Mau'ud a.s.. Semoga Allah Ta'ala melimpahkan taufik-Nya kepada kalian. Amin. (Pidato Hadhrat Khalifatul Masih II r.a. pada  jalsah Salanah tgl. 28 Desember 1915 di Qadian, India)

Renungan Ringan Untuk Menemani Minum Kopi disore Hari

RENUNGAN RINGAN TUK MENEMANI MINUM KOPI DISORE HARI.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"
Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."
Prof : "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof! Sy ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Prof :  "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tdk ada. Menurut hukum fizik, yg kita anggap dingin sebenarnya adl ketiadaan panas.
Suhu -460 degree Fahrenheit adlh ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel mnjd diam. Tdk boleh bertindak pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas ya.
Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"
Prof : "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tdk ada.
Gelap adlh keadaan dimana tiada cahaya. Cahaya boleh kita pelajari. Sedangkan gelap tdk boleh.
Kita boleh menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tdk boleh mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensiti cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tdk ada. Allah tdk menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin & gelap juga.
Kejahatan adalah kata yg dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.
Kejahatan adalah hasil dari tdk hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam.
Dosa terjadi kerana manusia lupa hadirkan Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati pada setiap saat, maka akan selamatlah diri kita..

Itulah IMAN..

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA

Sugeng dahar siang....

Saturday, 23 April 2016

Seorang Muslim Sejati Menutupi AIB Saudaranya Sendiri.

RENUNGAN MALAM:

MENUTUPI AIB SAUDARANYA SENDIRI.

Dikisahkan, bahwa suatu hari para sahabat sedang berkumpul di masjid. Lalu terciumlah bau kentut diantara mereka, sehingga membuat para sahabat tidak tahan dengan bau tersebut, salah seorang dari mereka berdiri dan berkata:

"Barangsiapa yang kentut, silakan bangun".

Hening, tak seorang pun berdiri.
Ketika datang waktu 'Isya mereka berkata, "Orang yang kentut pasti akan berwudhu setelah ini. Orang itulah yang kentut".

Setelah itu, para sahabat menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang keluar. Masih seperti tadi, tak seorang pun yang beranjak dari tempat duduknya, mungkin malu. Lalu Bilal bangun untuk mengumandangkan adzan. Tapi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:

"Tunggu dulu, aku belum batal, tapi aku hendak berwudhu lagi. Lalu para sahabat pun ikut berwudhu dan tidak diketahui siapa yang kentut waktu itu.
Subhanallah. Sungguh, dalam diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kita semua.

Kisah tentang menjaga perasaan saudara seiman pun juga terjadi pada seorang ulama, yaitu Syaikh Abdurrahman Hatim bin Alwan. Beliau merupakan salah satu ulama besar di Khurasan pada zamannya. Dikenal dengan Hatim Al A'sham, yang artinya Hatim si tuli.

Suatu ketika ada seorang wanita yang datang menemui beliau. Namun, tanpa sengaja ia kentut dengan suara yang cukup keras. Wanita itu salah tingkah, menahan malu. Lalu syaikh ini pura-pura tuli, dan meminta si wanita mengulangi pertanyaannya. Dengan sikap sang syaikh, wanita itu pun merasa sedikit lega. Ia mengira sang syaikh benar-benar tuli. Lalu mereka berbicara dengan saling meninggikan suara.

Wanita itu hidup selama lima belas tahun setelah kejadian tersebut. Selama itu pula Syaikh Hatim pura-pura tuli. Hingga wanita itu meninggal, ia tak pernah tahu kepura-puraan beliau.

Usai shalat Ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beserta jamaah untuk menikmati hidangan daging unta di rumahnya. Ketika sedang makan, ada tercium aroma tidak sedap. Rupanya diantara yang hadir ada yang buang angin. Para sahabat saling menoleh. Wajah Rasulullah sedikit berubah tanda tidak senang. Maka tatkala waktu shalat maghrib hampir masuk, sebelum bubar, Rasulullah berkata: "Barangsiapa yang makan daging unta, hendaklah ia berwudhu!". Mendengar perintah Rasulullah tersebut maka seluruh jamaah mengambil air wudhu. Dan terhindarlah aib orang yang buang angin tadi.

Tiga kisah di atas menceritakan bagaimana seharusnya seorang muslim untuk menjaga kehormatan saudaranya. Bukan malah menertawakannya atau menyebarkan aibnya.

Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.

"... dan dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba-Nya menolong saudaranya."
(Muttafaq 'alaih).

Thursday, 21 April 2016

Suatu Malam Sultan Murad IV sangat Galau

Cerita ini diambil dari buku harian Sultan Murad IV (Sultan Turki Utsmani, memerintah Juni 1612 - Februari 1640).

Di dalam buku hariannya itu diceritakan bahwa suatu malam sang Sultan merasa sangat galau, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan mengatakan bahwa ia akan pergi keluar istana dengan menyamar. Sesuatu yang memang biasa beliau lakukan.

Sultan berkata: "Mari kita keluar, kita blusukan melihat wargaku".

Mereka pun pergi, udara saat itu sangat panas. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Disentuh dan dibangunkan oleh Sultan, ternyata ia telah wafat. Orang-orang yang lewat di sekitarnya tidak ada yang peduli kepada mayat tersebut.

Maka Sultan memanggil mereka, kemudian mereka bertanya: "Ada apa? Apa yang kau inginkan?".

Sultan berkata: "Mengapa orang ini wafat tapi tidak ada satu pun diantara kalian yang membawanya? Siapa dia? Dimana keluarganya?"

Mereka berkata: "Orang ini Zindiq, pelaku maksiat, dia selalu minum khamar dan selalu berzina dengan pelacur".

Sultan berkata: "Tapi . . bukankah ia juga umat Muhammad SAW? Ayo angkat dia, kita bawa ke rumahnya".

Mereka pun membawa mayat laki-laki itu ke rumahnya.

Ketika sampai di rumahnya, saat istri laki-laki tersebut mengetahui suaminya telah wafat, ia pun menangis. Tapi orang-orang langsung pergi, hanya sang Sultan dan kepala pengawalnya yang masih tinggal.

Kemudian Sultan berkata kepada istri laki-laki itu: "Aku mendengar dari orang-orang disini, mereka berkata bahwa suamimu itu dikenal suka melakukan kemaksiatan ini dan itu, hingga mereka tidak peduli akan kematiannya".

Sang istri pun bercerita:
"Awalnya aku menduga seperti itu. Suamiku setiap malam keluar rumah pergi ke toko minuman keras (khamar), kemudian membeli sesuai kemampuannya. Ia bawa khamar itu ke rumah, kemudian membuangnya ke dalam toilet, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin".

Dia juga selalu pergi ke tempat pelacuran, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini merupakan jatah waktuku, jadi tutup pintumu sampai pagi, jangan kau terima tamu lain!".

Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa pemuda-pemuda Islam".

Tapi, orang-orang yang melihatnya mengira bahwa ia selalu minum khamar dan melakukan perzinahan. Dan berita ini pun menyebar di masyarakat.

Sampai akhirnya suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: "Kalau nanti kamu mati, maka tidak akan ada kaum muslimin yang akan memandikan jenazahmu, tidak ada yang akan mensholatimu, tidak ada pula yang menguburkanmu".

Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut sayangku, jika aku mati, aku akan disholati oleh Sultannya kaum muslimin, oleh para Ulama dan para Auliya".

Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: "Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatinya dan menguburkannya".

Demikianlah, akhirnya jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, para syeikh dan seluruh warga masyarakat.

Subhanallah, kadang kita suka menilai orang dari apa yang kita lihat dan kita dengar dari omongan orang. Andai saja kita mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati seseorang, niscaya pasti kita akan menjaga lisan kita dari membicarakan orang lain.
Semoga bermanfaat.. (sawang sinawang).

Wednesday, 20 April 2016

Cerita Dari Teman Tentang Senam Lidah apakah itu

Assalamualaikum wr.wb.. "SENAM LIDAH"

Kisah Nyata

"CERITA DARI TEMAN BAIK"

Aku adalah seorg yg sudah Tua, di Usia spt aku ini, pasti banyak menyandang sakit-penyakit, tapi yg paling menguatirkan aku adalah terkena penyakit Alzeimer (kehilangan ingatan),

Bukan saja tdk bisa mengatur/merawat diri, bahkan merepotkan & menyusahkan sanak keluarga.

Suatu hari, anakku pulang rumah, memberitahu aku bahwa ia mempunyai teman seorg dokter, mengajarinya satu seri gerakan SENAM LIDAH.
Senam lidah tdk cuma bisa mencegah Alzeimer, juga bisa menurunkan / memperbaiki:
- Berat Badan
- Hypertansi
- Penyumbatan Pembuluh Darah Otak
- Ashma
- Rabun jauh
- Telinga mendengung
- Infeksi Tenggorokan
- Infeksi Pundak
- Insomia (sulit tidur ), dll.

Anakku mengajariku, gerakannya sangat mudah, cukup dgn setiap pagi stlh membasuh muka di dpn cermin, JULURKAN LIDAH dan MENARIK KEMBALI sebanyak 10X,
Selanjutnya JULURKAN LIDAH, lalu gerakan ke kanan & kiri sebanyak 10X, Itu saja.

Sejak itu aku melakukan senam lidah setiap hari, terus-menerus, lebih dari setahun & membuahkan hasil yg baik, tdk hanya Otak menjadi lebih Jernih & Segar, Rabun Jauh, Kepala suka Pusing hilang & juga memperbaiki Problem Pencernakan, Mudah Pilek dll yg selama ini ku derita, semuanya menjadi lebih meringankan penderitaanku, badan menjadi lebih gesit dan lincah.

Catatan redaksi :

Senam Lidah mencegah Alzeimer ada dasarnya,

Dari penelitian Ilmu Kedokteran, syaraf lidah berhubungan dgn Otak Besar, saat badan kita menjadi tua & lemah, tanda2 yg muncul terlebih dahulu adalah Lidah menjadi kaku & kadang lidah suka tergigit sendiri.

Maka, sering menggerakan lidah dgn Senam Lidah, akan men Stimulasi ( memberi kejutan positive ) Otak Besar, mencegah Otak Mengecil & mencapai tujuan kita menyehatkan Tubuh kita.

Kami sarankan kepada semua teman2 kami yg sdh Lanjut Usia maupun yg nasih muda agar dgn Rutin setiap hari melakukan senam lidah.

Senam Lidah ketepatan Hasilnya 95%....100%

Alangkah Bahagianya Kita bisa barbagi kpd banyak org.

Senam lidah juga bermanfaat utk mengetahui gejala "stroke/pian sui". Kalau lidah sulit utk dijulurkan, atau digerakan ke kiri/kanan; itu berarti ada gejala stroke ringan. Lebih baik lagi dibarengi dengan menarik kuping kiri/kanan.

Mungkin ada yg membutuhkannya...Silahkan Berbagi....

Wassalamualaikum Wr.wb.

Bagaimana menggabungkan Shalat Jumat dan Shalat Id

Menggabungkan Jum'at dan Id
1. Terbukti dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, jika Jum'at dan Id bersatu, maka bagi orang yang ingin dia boleh melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Tapi (juga) bersabda, "Kami akan tetap melaksanakan shalat Jum'at."
Kemarin juga datang kepadaku fatwa dari seorang mufti sahib bahwa beberapa teman berkata bahwa jika kita melaksanakan shalat Dzuhur, bukan shalat Jum'at kita akan lebih mudah dalam menyembelih kurban. Beliau juga menulis dan mengirimkan besertanya hadist-hadist sejenis ini. Aku telah memberikan jawaban ini, yakni tidak diragukan lagi bahwa ketika Jum'at dan Id bersatu, diizinkan untuk mengerjakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Tapi kami akan mengerjakan yang telah Rasulullah saw. kerjakan. Rasulullah saw. bersabda, "Jika ada yang ingin mengerjakan shalat Dzuhur, bukan shalat Jum'at maka diperbolehkan. Tapi kami akan tetap melaksanakan shalat Jum'at. Aku juga mengatakan ini, "bagi orang yang mau, hari ini bisa shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Tapi yang ingin shalat Dzuhur, kenapa mereka memaksaku supaya tidak mengerjakan shalat Jum'at. Yang akan aku laksanakan adalah apa yang Rasulullah saw. sabdakan yakni, "Kami akan tetap melaksanakan shalat Jum'at."
Betapa pemurahnya Tuhan kita sehingga Dia memberikan kita dua Id, yakni Jum'at juga datang, Idul Adha pun datang. Dengan demikian Allah Taala telah menggabungkan dua Id untuk kita. Sekarang kalau ada yang mendapatkan dua roti berlapis mentega, kenapa dia akan menolak salah satu. Tentu dia akan mengambil keduanya. Kecuali kalau ada hal khusus yang memaksanya. Karena itulah Rasul Karim saw. memberi izin bahwa kalau ada yang terpaksa melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at maka yang lain hendaknya jangan mencelanya. Dan jika sebagian orang ada yang mendapat taufik untuk mengerjakan kedua shalat tersebut, maka yang lain hendaknya tidak mengajukan keberatan kepada mereka bahwa , "Mereka tidak memanfaatkan keringanan tersebut."
Halaman 177
2. Jika Id dan Jum'at bergabung maka boleh mengerjakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at dan boleh juga mengerjakan keduanya, shalat Id dan shalat Jum'at. Sebab syariat kita dalam setiap urusan memperhatikan kemudahan, sebab shalat-shalat yang biasa (5 waktu) dikerjakan di lingkungan masing-masing. Tapi pada shalat Jum'at seluruh penduduk kota berkumpul. Demikian juga pada shalat Id semua orang berkumpul. Dan berkumpul dua kali dalam satu hari di mana orang datang dan bergabung dari tempat-tempat yang jauh bisa menimbulkan kesulitan-kesulitan. Karena itu syariat mengizinkan bahwa kalau orang tidak bisa melakukannya, maka bisa melaksanakan shalat Dzuhur sebagai ganti shalat Jum'at. Pendeknya tujuan pokok syariat adalah supaya orang-orang muslim dalam kehidupannya bisa berkumpul selama mungkin. Sebab Islam datang bukan hanya untuk kebersihan hati. Islam juga datang untuk kemajuan kaum dan perkembangan masyarakat. Dan kaum serta masyarakat tidak bisa mengetahuinya tanpa ikut dalam pertemuan.
3. Boleh juga jika Jum'at dan Id bergabung dalam satu hari, maka setelah shalat Id tidak mengerjakan shalat Jum'at maupun Dzuhur. Tapi pada waktu Ashar mengerjakan shalat Ashar. Contohnya, Atha bin Abi Rabah berkata bahwa suatu kali Jum'at dan Idul Fitri, keduanya bersatu dalam satu hari. Hz. Abdullah bin Zubair ra. berkata, "Dua Id berkumpul dalam satu hari. Keduanya akan dilaksanakan sekaligus. Maka beliau mengerjakan shalat dua rakaat untuk keduanya sebelum siang hari. Setelah itu tidak mengerjakan shalat apapun hingga Ashar. Yakni hari itu hanya mengerjakan shalat Ashar.
Hz. Khalifatul Masih kedua suatu kali mengamalkan sesuai riwayat tersebut, dan setelah halat Id (hanya) mengerjakan shalat Ashar. Bunyi riwayatnya adalah sebagai berikut :
قَالَ عَطَاءٌ اِجْتَمَعَ يَوْمُ جُمُعَةِ وَ يَوْمُ فِطْرِ عَلَى عَهْدِ ابْنِ الزُّبَيْرِ فَقَالَ عِيْدَانِ اِجْتَمَعَ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ فَجَمَعَهُمَا جَمِيْعًا فَصَلَّاهُمَا رَكْعَتَيْنِ بُكْرَةً لَمْ يَزِدْ عَلَيْهِمَا حَتَّى صَلَّى الْعَصْرَ
Terjemah : Atha berkata, "Hari Jum'at dan hari Id bersatu pada zaman Ibnu Zubair maka dia berkata, "Dua Id berkumpul pada satu hari." Maka dia menyatukannya dan shalat dua rakaat pada pagi hari. Dia tidak menambahnya lagi hingga shalat Asar.
{Fiqih Ahmadiyah, Malik Saifur Rahman-Nazim Darul Ifta Rabwah, Hal 176-177}

Tuesday, 19 April 2016

KELEBIHAN baca QUR'AN WKT SUBUH n TAHAJUD

KELEBIHAN BC QUR'AN WKT SUBUH n TAHAJUD

Dirikanlah Shalat sejak matahari condong hingga kegelapan malam, dan Bacalah Al-Qur'an pada waktu Subuh. Sesungguhnya pembacaan Al-qur'an pada wkt subuh diterima secara istimewa oleh Allah. ( Qs 17:79 )

  Dan kami ber-angsur2 turunkan dari Alquran suatu yg merupakan Penyembuh dan rahmat bagi orang-2 yg beriman. Tetapi tdklah itu menambah kpd org-2 yg aniaya melainkan kerugian ( Qs 17:83)

  Dan pada sebagian malam, maka Tahajudlah engkau, suatu ibadah tambahan bagi engkau akan mengangkat engkau ke tempat yg Sangat terpuji. ( Qs 17: 80)

Sunday, 17 April 2016

Apakah Benar Anggota Muslim Ahmadiyah Haram Merokok?

Merokok bagi Ahmadi sdh jelas tinggalkan sejauh-jauhnya....
menjawab 10 alasan orang masih merokok...

1. "Yang merokok saya, yang sakit saya, kok kamu ribut?"
Siapa bilang merokok cuma membahayakan diri sendiri? Asap rokok yang tidak terhisap juga membahayakan lingkungan. Fakta membuktikan zat-zat racun yang terkandung dalam asap samping rokok (asap yang tidak terhisap) empat kali lebih banyak daripada yang dihisap. Makanya, orang di sekitar perokok (biasa disebut perokok pasif) lebih rentan terkena jantung, paru-paru, kanker, dan masalah rokok lainnya. Kata seorang ahli, perokok pasif memiliki resiko terkena jantung koroner 25-30 persen lebih banyak daripada perokok aktif. Itu yang parah, belum lagi bau tidak sedap yang disebabkan asap rokok ini. Tambah lagi, global warming (bahasa keren 'Pemanasan Global Dunia'), yang katanya telah mencairkan beberapa gunung es, juga nggak lepas dari karbon dioksida yang ada dalam asap rokok.
2. "Rokok kan tidak sebahaya heroin, ganja, atau minuman keras."
Masih bilang nggak berbahaya? Baca deh dari atas lagi. Apalagi, menurut sebuah penelitian, ternyata orang yang merokok memiliki persentase yang lebih besar untuk mengonsumsi benda-benda yang disebutkan tadi.
3. "Pemerintah melegalkan kok."
Memang kenapa kalau pemerintah melegalkan? Legalitas dari pemerintah membuat hidup kamu sehat? Banyak banget bukti kalau rokok nggak sehat buat kamu. Di bungkus rokok yang biasa kamu beli aja (kalau kamu suka beli rokok) ada tulisan pakai huruf kapital semua, "PERINGATAN PEMERINTAH: MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN" (Di negara lain, bukan hanya tulisan, tapi gambar penyakit: paru-paru, jantung, otak, dan lainnya yang kena penyakit akibat rokok, biar yang beli pada muntah) Nah, pemerintah saja memperingatkan bahayanya. Tapi, mungkin pemerintah punya pertimbangan tersendiri tetap memelihara rokok di Indonesia. Ya, semoga Allah memberi hidayah kepada pemerintah Indonesia untuk melarang rokok.
4. "Pendapatan negara dari rokok itu besar lho?"
Fakta yang membuat kita miris, pendapatan dari rokok itu sebenarnya ditanggung oleh konsumen. Biaya cukai rokok ditanggung oleh pembeli. Jadi, bukan perusahaan rokok yang berjasa, masyarakat yang bayar.
5. "Saya kan masih muda, nanti kalau saya sudah tua, saya akan berhenti."
Yakin bisa tua? Jangan-jangan belum tua sudah berhenti merokok gara-gara mati muda (jangan banget deh). Lagipula, semakin lama mengonsumsi rokok, semakin sulit pula dia berhenti dari merokok.
6. "Saya terlihat lebih jantan dengan merokok."
Siapa bilang merokok itu jantan? Kalau kita perhatikan, merokok itu bodoh. Belinya mahal, dibakar, eh dapat penyakit, bau lagi. Apa sih manfaatnya? Lagipula, ayam jantan, kerbau jantan, sapi jantan semuanya nggak merokok kok (nggak nyambung).
7. "Saya tidak bisa berhenti, sudah ketagihan."
Siapa bilang nggak bisa berhenti. Banyak yang sudah mencoba, dan banyak yang berhasil. Tempuh semua cara agar berhasil. Bisa, Insya Allah.
8. "Saya dipaksa teman, kalau tidak merokok, saya diejek."
Tinggalkan saja teman kamu itu (wah, kejam). Dia bukan teman yang baik buat kamu. Apa ada teman sejati yang malah menjerumuskan temannya. Cari teman yang baik, yang mendukung kami melakukan hal-hal yang baik. Lagipula, baru juga diejek belum dipukul. Biarin aja. Nah, nanti kalau sudah dipukul lapor pak guru, biar dia dijewer pak guru.
9. "Kalau merokok, saya bisa konsentrasi belajar."
Kalau cuma pengin konsentrasi, nggak perlu merokok. Cari ruang yang sepi, pusatkan pikiran ke pelajaran kamu. Kalau memang lagi ramai, cari kapas, masukkan ke lubang telinga kamu sambil teriak "WOOIII, BERISIK!! GUE LAGI MAU BELAJAR!!!" (emm…, kayaknya yang terakhir nggak solutif deh, jangan ditiru ya).
10. "Iya deh, saya berhenti, tapi bantu saya ya."
Nah, gitu dong. Tenang saja, kalau teman kamu baik-baik semua -seperti saya-, Insya Allah dibantu kok. Nanti kalau kamu ketahuan merokok, langsung deh, kami bantu memukul kamu biar sadar (bercanda). Kami bantu buang rokok kamu ke tempat sampah. Kami bantu kamu mengatakan, "Alhamdulillah, saya telah merdeka dari belenggu rokok! Merdeka!!" (kelihatan keren kan?)
Yah, selesai deh tulisan tentang rokoknya. Penginnya sih lagi, tapi, sudah kebanyakan. Ya udah, kita berdoa kepada Allah, semoga kita dijauhkan dari jeratan rokok yang membuat ketagihan ini. Semoga Allah juga menyadarkan teman-teman kita yang lagi asyik menyedot barang haram ini (apalagi yang sambil baca Majalah Tashfiyah). Semoga Allah membukakan hati pemerintah kita agar melarang rokok dari peredaran. Dan, semoga Allah memberikan kesembuhan kepada saudara kita yang mendapatkan penyakit akibat rokok.
Allahumma Aamiin
PAM -mubarak

Para juara tidak dibuat di arena. Para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka

Para juara tidak dibuat di arena. Para juara dibuat dari sesuatu yang ada di dalam diri mereka – sebuah hasrat, sebuah impian, sebuah visi. Mereka memiliki keterampilan dan kemauan, tetapi kemauanlah yang terbesar.

Muhammad Ali


Arena hanya alat atau media untuk menjadi juara. Namun sebenarnya, jika Anda ingin menjadi juara Anda harus memiliki hasrat menjadi juara, impian menjadi juara, dan visi menjadi juara. Bukan hanya mengikuti pertandingan, karena akan percuma tanpa hasrat, impian, dan visi.
Pada bagian kedua disebutkan bahwa juara memiliki keterampilan. Jika seorang petinju, jelas keterampilan bertinju. Jika Anda ingin juara dalam karir, maka Anda perlu memiliki keterampilan berkaitan dengan karir Anda. Begitu juga dalam bisnis, jika Anda ingin menjadi juara dalam bisnis, maka Anda perlu memiliki keterampilan berkaitan dengan bisnis Anda.
Namun keterampilan saja tidak cukup, sebab yang lebih penting dari keterampilan adalah kemauan Anda menjadi juara.
Saya yang terbaik, Saya mengatakannya bahkan sebelum saya mengetahuinya.Muhammad Ali
Mungkin ini yang menyebabkan kenapa Muhammad Ali disebutkan bermulut besar. Kadang kita melihat begitu tipis atas sombong dengan percaya diri atau optimis. Bagi orang yang tidak suka atau benci, akan lebih mudah mengatakan seseorang yang percaya diri mengatakan sombong.
Muhammad Ali mengatakan kalau dia yang terbaik, bahkan sebelum dia mengetahui kalau dia yang terbaik. Ini bukan membohongi diri sendiri, namun lebih kepada kesadaran akan potensi yang ada dalam dirinya. Terlepas apakah dia sombong atau tidak, menurut keilmuan pikiran, perkataan seperti ini menunjukan optimisme.
Saya teringat dengan perkataan salah satu sahabat Rasulullah saw yang dijamin masuk syurga yaitu Abdurrahman bin 'Auf, "Sungguh, kulihat diriku, seandainya aku mengangkat batu niscaya kutemukan di bawahnya emas dan perak…!".
Jika seandainya, orang yang kita benci mengatakan itu, mungkin kita akan mengatakan sombong. Tapi saya melihatnya sebuah optimisme dan kepercayaan diri yang tinggi. Jika Anda khawatir dikatakan sombong oleh orang lain, mungkin Anda tidak perlu mengatakannya di depan orang lain. Cukup di hati saja, cukup menjadi keyakinan diri saja.
Saya benci latihan pada setiap menitnya, tetapi saya berkata, "Jangan berhenti. Menderita sekarang dan menjalani sisa kehidupan Anda sebagai juara."Muhammad Ali
Latihan bukanlah hal yang menyenangkan. Namun, ini adalah resep utama yang tidak boleh dilewatkan jika Anda ingin menjadi juara. Latihlah keterampilan. Tidak cukup sampai bisa, tetapi harus mahir dan menjadi yang terbaik.
Dia yang tidak cukup berani untuk mengambil resiko, tidak akan mendapatkan apa-apa dalam hidupnya.Muhammad Ali
Bertanding itu beresiko, tetapi Anda tidak akan pernah menjadi juara jika tidak mau bertanding. Artinya, jika Anda tidak mau mengambil resiko baik dalam karir maupun bisnis, lupakan menjadi juara.
Jika pikiran bisa memikirkannya, dan hati saya bisa mempercayainya – maka saya bisa mencapainya.Muhammad Ali
Sekali lagi, kata mutiara juara ini mengambarkan bagaimana Muhammad Ali memiliki pikiran positif, optimisme, atau percaya diri. Yang penting, dia bisa melihat hasil di pikirannya dan hati percaya akan mencapainya, maka dia akan mencapainya.
Untuk menjadi seorang juara hebat Anda harus percaya bahwa Anda yang terbaik. Jika tidak, berpura-puralah.Muhammad Ali
Saya bisa mengatakan bahwa kata mutiara juara inilah yang menjadi inti atau menjadi DNA juara. Langkah pertama untuk menjadi juara ialah Anda harus yakin memiliki harapan besar untuk menjadi juara. Ini fondasi Anda menjadi juara.
Bahkan, katanya, jika ada terselip keraguan dalam hati, maka pura-puralah yakin menjadi juara. Apakah pura-pura ini bisa memberikan hasil? Ya, jika Anda bisa menggunakannya dengan baik dan benar. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan apakah pura-pura atau kenyataanya. Keduanya akan diterima dan membentuk pola pikir sukses. Ingat, bahwa yang dimaksud pura-pura disini adalah terhadap diri Anda sendiri, bukan pura-pura di depan orang lain.
Kesimpulan Dari Kata Mutiara Juara Muhammad Ali
Saya lihat, bahwa hikmah dari koleksi kata mutiara juara ini adalah penekanan pada berpikir positif atau mindset. Keterampilan dan latihan memang sangat perlu, namun yang lebih penting adalah kemauan Anda untuk menjadi juara. Jika kemauan Anda tinggi, maka keterampilan dan latihan akan mengikuti dengan sendirinya.
Mudah-mudahan kata-kata mutiara juara ini memberikan inspirasi dan hikmah bagi kita semua.

Perhatikan Lingkungan Anak-anak

اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْن خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ.(رواه الترمذيّ).
Artinya:
      Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw bersabda: "Seseorang itu mengikuti agama temannya, maka perhatikanlah dengan siapa dia berteman." [HR Tirmidzi].

Penjelasan: 
      Satu sisi penting tarbiyat anak-anak sebagaimana telah dikatakan adalah perlu mengawasi lingkungan mereka. Berkenaan dengan itu, sebelumnya juga telah saya katakan bahwa di rumah sediakanlah lingkungan bagi anak-anak yang sedemikian rupa sehingga sebanyak mungkin waktu mereka lewati dalam pergaulan ibu bapaknya. Tetapi, bagaimanapun anak-anak pergi juga ke sekolah, bermain juga, akan bergaul juga dengan rekan-rekan mereka.

Nah, teman dan lingkungan juga sangat berpengaruh dalam pembentukan karakter anak-anak. Kini, peristiwa ini pada umumnya telah diterangkan, banyak terdapat dalam Literatur kita. Mungkin telah mendengar bahwa seorang siswa SMA mengatakan pada Hadhrat Hadhrat Khalifatul Masih I r.a. bahwa pikiran-pikirannya terus tertanam keyakinan tidak adanya Tuhan.

Hadhrat Khalifatul Masih I ra mengemukakan hal tersebut pada Hadhrat Masih Mau'ud a.s., beliau a.s. bersabda : "Katakanlah kepadanya, bahwa di SMA tempat mana dia duduk, tukarlah tempat duduknya."

Dengan berpindah tempat duduk pun timbul perubahan dalam pikiran. Setelah itu, dapat diketahui bahwa teman duduknya di SMA itu adalah seorang anti Tuhan. Tanpa bicara pun, pengaruh pandangan anti Tuhan temannya akan memengaruhi pada anak yang muslim tersebut. Jadi lingkungan yang menanamkan pengaruh secara zahir, hal itu secara laten (perlahan) memberikan pengaruh juga pada pikiran.

Selain pendidikan duniawi anak-anak, ciptakanlah hubungan mereka dengan masjid dan dengan Nizam Jemaat, supaya tersedia bagi mereka lingkungan yang baik. Lingkungan yang menciptakan kecintaan di dalam hati mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya, lingkungan yang dapat menyediakan akhlak yang terpuji.

[Dikutip dari Pidato Jalsa Salanah di Islamabad – UK pada Juli 2003].

Diterjemahkan oleh: Mln. Qomaruddin Syahid.

PAM-mubarak

Saturday, 16 April 2016

Ironi Kepemimpinan Agama Islam, Apakah ada Yang Salah dengan Arti Kepemimpinan

Ironi Kepemimpinan Agama Islam, Apakah ada Yang Salah Arti Kepemimpinan.

Copas dari group XPercikers60: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Ayat di atas sedang populer sekarang. Ayat itu selalu populer menjelang pemilu. Dalam hal pilkada DKI yang salah satu calon kuatnya adalah Nasrani, ayat ini menjadi semakin kuat bergema. Tapi apakah ayat ini soal pemilu? Apakah ini ayat soal pemilihan gubernur? Menurut saya bukan.

Sejarah Islam tidak pernah mengenal adanya pemilihan umum. Juga tak pernah ada pemilihan gubernur atau kepala daerah. Satu-satunya pemilihan yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu pun hanya 5 kali, dan hanya melibatkan sekelompok orang yang tinggal di Madinah. Gubernur khususnya adalah pejabat yang ditunjuk oleh khalifah. Tidak pernah dipilih.

Jadi ayat ini tentang apa? Wali atau awliya itu soal pemimpin wilayah atau daerahkah? Bukan. Bagaimana mungkin ada ayat yang mengatur tentang pemilihan pemimpin, padahal pemilihan itu tidak pernah terjadi?

Jadi, apa yang dimaksud? Apa makna wali atau awliya?

Wali artinya pelindung, atau sekutu. Ketika Nabi ditekan di Mekah, beliau menyuruh kaum Muslimin hijrah ke Habasyah (Ethopia). Rajanya yang seorang Nasrani, menerima orang-orang yang hijrah itu, melindungi mereka dari kejaran Quraisy Mekah. Inilah yang disebut wali, orang yang melindungi.

Kejadian ini direkam dalam surat Al-Maidah juga, ayat 81. Adapun ayat 51 yang melarang orang menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung itu adalah soal persekutuan dalam perang. Tidak ada sama sekali kaitannya dengan pemilihan pemimpin. Ini sudah pernah saya bahas, dan dibahas banyak orang.

Pagi ini, bangun tidur saya menyaksikan berita pilu. Orang-orang Arab dari Syiria dan Irak masih terus mengungsi. Ke mana? Ke Eropa. Siapa orang-orang Eropa itu? Muslimkah mereka? Sebagian besar bukan. Kebanyakan dari mereka, orang-orang Eropa itu, adalah Nasrani, atau ateis (musyrik). Tapi kini mereka menjadi pelindung bagi orang-orang Muslim, persis seperti ketika kaum Muslim hijrah ke Habasyah.

Jadi, cobalah orang-orang yang rajin melafalkan ayat Al-Maidah 51 itu berkhotbah kepada para pengungsi itu. Katakan kepada mereka bahwa meminta perlindungan kepada Nasrani, menjadikan mereka wali atau awliya itu haram hukumnya. Bisakah?

Ironisnya, dari siapa mereka lari? Dari kaum kafir? Bukan. Mereka lari karena ditindas oleh pemimpin-pemimpin mereka sendiri, kaum Muslim. Kaum Muslim yang berebut kekuasaan. Utamanya Sunni melawan Syiah.

Tahukah Anda bahwa bibit konflik Sunni-Syiah itu sudah terbentuk sejak Rasul wafat? Ketika orang-orang mulai kasak kusuk untuk mencari siapa yang akan jadi khalifah, padahal jenazah Rasul belum lagi diurus. Permusuhan itu abadi, mengalirkan darah jutaan kaum Muslimin sepanjang sejarah ribuan tahun, kekal hingga kini.

Tidakkah kita sebagai kaum Muslim malu ketika saudara-saudara kita dizalimi oleh saudara kita yang lain, mereka meminta perlindungan kepada kaum Nasrani dan kafir? Tapi pada saat yang sama mulut kita fasih mengucap ayat-ayat yang memusuhi orang-orang Nasrani, memelihara permusuhan kepada mereka.

Ingatlah, musuh abadi kita sebenarnya bukan Yahudi dan Nasrani, melainkan rasa permusuhan itu sendiri. Rasa permusuhan itulah yang telah mengalirkan banyak darah kaum Muslimin, mengalir menjadi kubangan darah sesama saudara. Sesama saudara pun bisa saling berbunuhan kalau ada permusuhan di antara mereka. Kenapa mereka berbunuhan? Politik. Perebutan kekuasaan.

Itulah yang sedang dilakukan banyak orang dengan Al-Maidah ayat 51. Berebut kekuasaan politik dengan mengobarkan permusuhan. Mereka sedang mengabadikan kebodohan yang sudah berlangsung 15 abad. Anda mau menjadi bagian dari kebodohan itu? Saya tidak. Karena saya tidak mau menjadi pengungsi seperti orang-orang Irak dan Syria.

http://www.qureta.com/post/ironi-kepemimpinan-islam

Friday, 15 April 2016

terkadang orang tua menyuruh anaknya melakukan sesuatu dengan paksaan

Terjemah bebas khutbah Jumat 18-03-16 oleh Saifullah Mubarak Ahmad. Terjemah langsung ini inisiatif sendiri dan hanya bersifat sementara, sedangkan untuk rujukan resmi akan ada terjemahan resmi dari jemaat.
---
terkadang orang tua menyuruh anaknya melakukan sesuatu dengan paksaan dan terkadang sangat marah ketika anak bersalah. ini sangat berpengaruh terhadap tarbiyat anak. tarbiyat anak akan rusak. khususnya anak yang sedang menuju masa remaja. jadi dalam masa umur ini hendaknya menggunakan bahasa yang bijak dalam menasehati anak.  saat ini lingkungan sangat mempengaruhi tarbiyat anak. tanggung jawab para bapak adalah memperhatikan terbiyat anak, kapan harus keras dan kapan harus lunak.

bersabda: Allah Taala menciptakan binatang dengan berbagai macam kegunannya bukan hanya untuk dimakan, ada yang untuk keindahan, ada untuk obat dll. seperti burung ada yang bisa dimakan ada yang tidak. mungkin ada binatang yang halal dan tayyib juga, namun yang perlu dilihat adalah apakah manfaatnya yang banyak atau justru mudarat. jadi Allah Taala menciptakan segala sesuatu dengan segala manfaatnya, jangan jadikan dia hanya sebagai pemanja lidah saja. seperti burung kakak tua dll. jadi binatang atau burung yang memberikan faedah di tempat lain, dari antara mereka ada yang halal namun tidak tayyib. dan ada yang tayib namun lebih banyak manfaatnya apabila tidak dimakan.

hz Muslih Mau'ud: Hz Masih Mau'ud as juga meminta difoto. beliau difoto dengan tujuan untuk tabligh, karena orang-orang di eropa melihat kebenaran sesoerang dengan melihat foto. adalah salah bahwa mengedit poto Hz. Masih Mau'ud as, yakni foto Hz. Masih Mau'ud as diwarnai sedemikian rupa.

Hz. Muslih Mau'ud: cinema, phonograf, tidak buruk dalam zatnya. bahkan Hz. Masih Mauud as menulis nazam tentang phonograf. dan cinema (bioskop) tidak buruk dalam zatnya, kalau ada tontonan yang tidak sia-sia dan penuh dengan drama belaka maka tidak masalah. seperti sekarang mta. memanfaatkan teknologi-teknologi baru adalah tidak dilarang namun penggunaan yang salahlah yang dilarang. ada yang menyarankan bahwa tabligh hendaknya disampaikan dalam bentuk drama, maka akan lebih berpengaruh. Ini sama sekali salah, ini bid'ah. baca Al-Quran dengan musik juga bid'ah.

para dokter yang mengobati orang sakit juga hendaknya tidak sombong, yakni mereka juga biasakan minta saran  kepada yang lain. jangan pernah menganggap diri sebagai Tuhan. terkadang orang yang bukan tabib pun, dia berhasil mengobati orang lain dengan tumbuhan dan tanaman-tanaman tradisonal. yang dokter tidak dapat menyembuhkannya. ada sebagian orang yang mampu mengobati patah tulang dll.

Hz. Muslih Mauud ra bersabda, dimasa lalu orang-orang sangat pelit membagi ilmunya, sehingga saat ini sangat sulit dijumpai dan bahkan hilang keahlian itu. orang-orang eropa tidak seperti itu, mereka mau membagi ilmu mereka. pelit/bakhil adalah faktor penghambat kesuksesan. khususnya dalam masalah ilmu hendaknya jangan pelit. di negara-negara yang tidak maju ini adalah hal yang umum, bahwa para dokter takabur atau orang-orang pelit dalam membagi ilmu.

Hz. Muslih Mau'ud ra: 4 april 1905 terjadi gempa yang sangat luar biasa dan sebelum itu beliau as sangat banyak mendapat ilham tentang gempa. dan beliau as memutuskan untuk tinggal di kebun beliau untuk beberapa saat. seorang ahmadi ada yang berkata, Masih Mau'ud as pergi tinggal di kebun karena takut taun dan gempa. Hz Masih Mau'ud as bersabda, saya heran mendengar ada ahmadi berkata seperti itu, aku menganjurkan untuk tinggal di kebun untuk beberapa waktu karena ilham.

para dokter hendaknya menunaikan tanggung jawab penghidmatan agama. seorang dokter bertanya apa yang harus saya lakukan untuk menghidmati agama. beliau as menjawab, tablighi para pasien karena hati pasien biasanya lembut.

pada masa sekarang ini banyak keberatan terhadap pardah. Hz Masih Mau'ud as menjelaskan illa manzahara minha, bahwa maksudnya adalah bagian yang terpaksa tidak bisa ditutupi juga termasuk. seperti pasien di depan dokter juga termasuk ke dalam ini, misalnya ada bagian-bagian yang harus dilihat dokter maka ini diizinkan.

Hz Muslih Mau'ud: apa bila ada perempuan yang akan melahirkan namun tidak dijumpai bidan wanita maka dia bisa melahirkan dengan dibantu dokter laki-laki. bahkan kalau dia tidak melakukan itu maka kalau dia mati, matinya dalam pandangan Allah Taala adalah mati bunuh diri .

dalam sebuah surat kabar tertulis sabda Masih Mau'ud as, kalau ada takwa maka meskipun menikah seratus kali pun diizinkan. Orang-orang mulai ribut. namun seorang sahabat tanyakan kepada Hz Masih Mau'ud as, bahwa apa maksud beliau menyampaikan itu. beliau as menjawab bahwa ini aku sampaikan sebagai perumpamaan. bahwa kalau ada takwa maka silahkan poligami. dan dikarenakan ada orang-orang yang beranggapan bahwa menikah hanya sekali, kalau istri mati ya sudah tidak menikah lagi. untuk menikah lebih dari satu maka takwa adalah syarat utama.

apabila seorang sedang shalat dan rasul memanggil maka adalah wajib baginya untuk meninggalkan shalat dan menyahut panggilan rasul. sebagian orang berkeberatan tentang ini.

beliau mengutip ayat: jangan jadikan panggilan para rasul sama seperti panggilan orang biasa.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

8-Al-Anfal : 24

ketika ada seorang nabi maka shalat bukan tujuan utama, tujuan utama adalah mencapai Allah Ta'ala dan menaati perintah Allah Ta'ala dalam Al-Quran.

kebiasaan Hz Masih Mauud as bahwa ketika larut dalam berbicara maka terkadang timbul ghairat yang luar biasa yang seolah-olah terlihat memanggil seseorang. suatu kali seorang sahabat tiba-tiba maju mendekati Hz Msih Mau'ud as, sahabat lain bertanya, kenapa kamu begini? beliau menjawab bahwa Hz Masih Mau'ud as memanggilku. ini adalah kegilaan para sahabat, dan kegilaan seperti ini adalah hal baik.

apa yang dilakukan hendaknya jangan hanya dengan tujuan menyenangkan orang lain. Hz Masih Mau'ud as bersabda: suatu kali kami pergi ke gurdaspur dengan Maulvi Ghulam Ali Sahib (mantan wahabi). ketika masa jumat tiba, dan setelah shalat jumat beliau shalat 4 rakaat zuhur, Hz Masih Mau'ud bertanya, kenapa shalat zuhur setelah sholat jumat. beliau menjawab ini kehati hatian. yakni supaya penentang tidak menggangu. jadi apa yang beliau lakukan adalah demi menyenangkan orang lain.

seorang ahmadi yang meninggal di siria, beliau ditangkap saat keadaaan disana mulai rusak. kita doakan semoga keadaan di siria cepat membaik. semoga Allah Ta'ala mengasihi negara ini dan melindungi para ahmadi disana dan menjauhkan negara ini dari para pembuat rusuh. aamiin.

---

*teks dirapikan oleh tim arhlibrary

Wednesday, 13 April 2016

Kegunaan Madu Bagi Tubuh Manusia

9 Manfaat Madu yang Dicampur Air Hangat ::
Tahukah Anda bahwa campuran madu dengan air hangat memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Dan kebanyakan orang meminum segelas penuh madu dengan air hangat di pagi hari. Salah satu manfaat utama madu dengan air hangat adalah menurunkan berat badan. Bahkan, air hangat tetap bagus untuk menurunkan berat badan dan akan membantu membakar lemak. Berikut adalah sejumlah manfaat dari air madu plus air hangat seperti dikutip Boldsky, di antaranya :
1. Menurunkan Berat Badan
Madu dan air hangat dua-duanya membantu membakar lemak. Itu sebabnya, meminum air madu hangat setiap pagi bisa membantu Anda menurunkan timbunan lemak;
2. Melancarkan Buang Air Besar
Meminum madu dengan air hangat bisa membantu melancarkan buang air besar;
3. Memberi Tambahan Energi
Madu memberi Anda energi tapi tak membuat Anda gemuk. Itu sebabnya, cobalah minum minuman sehat ini di pagi hari;
4. Membersihkan Kulit
Madu memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Itu sebabnya, minuman ini membantu menyembuhkan jerawat dan mencegah jerawat. Anda pun mendapatkan kulit bersih yang sempurna;
5. Memiliki Efek Detoksifikasi
Madu dan air hangat memiliki efek detoksifikasi pada tubuh Anda. Ini bisa meluruhkan racun dari sistem tubuh Anda. Itu sebabnya, minuman ini selalu menjadi bagian dari diet detoks;
6. Meningkatkan Imunitas
Salah satu manfaat kesehatan dari madu adalah meningkatkan kekebalan tubuh Anda baik dari batuk ataupun pilek. Minuman ini meningkatkan kekuatan Anda untuk melawan penyakit;
7. Mempercepat Metabolisme
Madu dan air hangat bisa mempercepat metabolisme Anda. Makanan Anda akan mudah dicerna dan diserap jika Anda meminum madu dan air hangat. Akibatnya, Anda jadi berselera makan dan menurunkan berat badan;
8. Membantu Cairan Agar Tetap Terhidrasi
Madu dan air hangat membantu menambah cairan tubuh Anda. Jadi, Anda tetap terhidrasi dan energik sepanjang hari;
9. Baik untuk Pencernaan
Madu memiliki enzim yang bisa membantu mencerna makanan. Jika Anda memiliki masalah pencernaan, Anda harus minum madu dengan air hangat setelah makan.

Tuesday, 12 April 2016

fenomena Equinox yang akan mempengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia di 5 hr ke dpn.

Dear all, karena fenomena Equinox yang akan mempengaruhi Malaysia, Singapura dan Indonesia di 5 hr ke dpn. Pls tinggal di dalam rumah terutama dari jam 12:00-15:00 setiap hari. Suhu akan berfluktuasi sampai 40 derajat Celcius. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan dehidrasi dan matahari stroke. (Ps:. Fenomena ini adalah karena matahari diposisikan tepat di atas garis khatulistiwa di tgl 20 Maret.

Harap menjaga diri agar tdk dehidrasi. Setiap orang harus mengkonsumsi sekitar 3 liter cairan setiap hari. Memonitor tekanan darah. Kemungkinan mendapatkan serangan panas.

Mandi air dingin sesering mungkin. Mengurangi mkn daging, perbanyak mkn buah & sayuran.

Tempatkan lilin tidak terpakai di luar rumah. Jika lilin bisa meleleh, berarti udara dalam tingkat yang berbahaya.

Selalu menempatkan ember dgn air setengah penuh di ruang tamu & di setiap kamar untuk menjaga suhu tetap lembab.

Pengalaman pertama di Malaysia dan Singapore. Heat stroke yang tidak memiliki gejala indikasi. Setelah pingsan, yang serius berbahaya seperti kegagalan organ dalam.
Hari menjadi lebih hangat mungkin lebih dari 2 minggu ke depan. Bisa sampai 9 derajat lebih tinggi dari
biasanya !

http://www.straitstimes.com/singapore/warmer-days-likely-over-next-2-weeks-nea

Kebiasaan Menggunakan Penyegar dan Pengharum Ruangan

Penyegar dan Pengharum Ruangan

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا  قَالَتْ : أَمَرَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِبَنَاءِ الْمَسْجِدِ فِي الدُّوْرِ وَ أَنْ يُّنَظَّفُ وَ يُطَيَّبُ. (رواه أبو داود و الترمذي و ابن ماجه).
Artinya:
      Dari Hadhrat Aisyah r.a., dia berkata: "Rasulullah Saw memerintahkan untuk mendirikan masjid di tanah-tanah lapang serta menjaga kebersihannya dan memperhatikan kenyamanan udaranya." [HR Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Mājah].  

Penjelasan:
       Dalam sebuah Hadis diriwayatkan dengan membakar setanggi [kemenyan yang berbau wangi] seharusnya udara terus dijaga kebersihannya. Sejumlah orang menyalakan setanggi yang terkadang menimbulkan kerugian. Di Pakistan seseorang menyalakan setanggi di masjid dan lama kelamaan lemari terbakar sehingga terjadi kerugian.

Pertama,  harus berhati-hati bahwa setanggi akan dinyalakan kalau memang sedang berada di sana. Kedua, ada juga setanggi atau kemenyan yang beraroma keras sehingga bukannya mendatangkan kenyamanan, justru mendatangkan kesusahan yang membuat orang pusing-pusing dan sakit kepala. Yang boleh dibakar adalah sesuatu atau setanggi yang baunya tidak begitu keras. [sekarang ini sudah banyak didapatkan beraneka penyegar dan pengharum ruangan].

Tertera dalam sebuah Hadis bahwa Rasulullah Saw selalu menganjurkan kepada orang-orang Islam, khususnya pada hari-hari pertemuan [atau Jalsah] yang mana orang-orang tengah berkumpul, seharusnya memberikan perhatian akan kebersihan masjid dan bakarlah setanggi [atau berilah pengharum ruangan] di dalam mesjid itu supaya udara menjadi bersih. [Misykāt, Kitābush-shalāt].

Tertera dalam sebuah Riwayat bahwa beliau menasihatkan pada para Sahabah, "Janganlah datang ke masjid setelah makan makanan yang bau. Tatkala datang ke masjid untuk melaksanakan shalat, maka jangan datang setelah makan bawang putih dan bawang merah tanpa dimasak terlebh dahulu." [Bukhari, Kitābul-Ath'imah].

Sejalan dengan hal itu, terkadang juga kaus kaki yang sudah kotor beberapa hari, darinya pun timbul bau tak sedap. Janganlah datang ke mesjid dengan memakai itu.

Hadhrat Masih Mau'ud a.s. bersabda : [وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ] – dan tinggalkanlah kekotoran. Perintah-perintah dengan maksud supaya orang-orang dengan memerhatikan fasilitas-fasilitas, demi menjaga kesehatan, manusia dapat melindungi dirinya dari bahaya lahiriah. Orang-orang Kristen menyampaikan kritikan bahwa – ini merupakan perintah-perintah yang tidak dapat kami pahami bahwasanya Al-Quran mengatakan, 'dengan  mandi, peliharalah kebersihan tubuhmu, bersiwaklah bersihkan celah-celah gigimu, jagalah dirimu dari segala kekotoran dan jagalah rumahmu dari setiap kekotoran jasmani dan jauhkanlah dirimu dari bau-bau tidak sedap serta janganlah memakan bangkai dan makanan yang kotor.'

Sebagai jawabannya, "Al-Quran mendapatkan orang-orang dalam keadaan seperti itu. Orang-orang itu bukan saja dari segi rohani dalam keadaan sangat berbahaya, bahkan dari segi jasmani pun, kesehatan lahiriah dalam kondisi yang sangat berbahaya. Kebersihan lahiriah, jelasnya di Eropa ini sangat kurang. Jadi ini merupakan karunia pada mereka dan juga pada seluruh dunia bahwa Tuhan telah menetapkan metode:
وَ كُلُوْا وَ اشْرَبُوْا وَ لَا تُسْرِفُوْا

"… makan minumlah itu dan janganlah berlebih-lebihan [lihatlah jumlah yang dimakan dan diminum serta jangan sampai berlebih-lebihan].

Sangat disayangkan, pendeta sama sekali tidak mengetahui hal itu, bahwa orang yang sama sekali tidak memperhatikan pemeliharaan kebersihan jasmani, maka lama-kelamaan mereka jatuh dalam kondisi buas lalu akan kehilangan kesucian rohani mereka. Misalnya, untuk beberapa hari saja apabila gigi tidak dibersihkan, yang merupakan tingkat terendah dalam hal kebersihan, maka potongan-potongan makanan yang ada di sela-sela gigi itu akan mendatangkan bau bangkai. Dan akhirnya gigi akan menjadi rusak dan pengaruhnya yang beracun, jatuh pada pencernaan lalu pencernaan pun menjadi rusak.

[Dikutip dari Khutbah Jum'ah Hadhrat Khalifatul Masih V aba tanggal 23 April 2004 di Masjid Baitul Futūh, Morden – London].

Diterjemahkan oleh: Mln. Qomaruddin Syahid.

Monday, 11 April 2016

Pengertian Rishtanata Dalam Jemaat Ahmadiyah sebutan rishtanata

Pengertian Rishtanata
Dalam Jemaat Ahmadiyah sebutan rishtanata sangat dikenal dan terdengar akrab dikalangan para anggotanya. Perkatakaan Rishtanata tak asing lagi dikalangan Anggota Ahmadiyah.
Rishtanata  berasal dari bahasa Urdu yang terdiri dari dua kata, yaitu rishta dan nata. Rishta berarti hubungan kerabat dan nata berarti intim. {Publishers Oriental Book Society, Practical Dictionary, Urdu-English, Ganapat Lahore, Pakistan: Publishers Oriental Book Society, New Edition Popular Oxpord}Hubungan yang dimaksud disini adalah hubungan antara laki-laki dan perempuan, atau dikalangan umum lebih dikenal dengan istilah perjodohan.
Risytah, berarti juga  a string relationship (perhubungan atau kekerabatan yang kuat), risytahdaar berarti a relative, a kinsman (keluarga, kerabat) sedangkan risytahdaari berarti a relationship (kekeluargaan, kekerabatan). Lebih lanjut risytanata dapat diartikan sebagai qaribi ta'alluq (perhubungan yang dekat) dan syadi (pernikahan)
Kata Naata ternyata berarti sama dengan risytah yakni relationship, kin (sanak famili), alliance (persekutuan) dan affinity  (pertalian keturunan).

Ristanata dan Perjodohan merupakan salah satu bentuk proses menuju pernikahan. Masalah perjodohan maupun pernikahan ini sangat mendapatkan perhatian yang khusus dalam Jemaat Ahmadiyah. Hal ini terbukti dengan dibentuknya sekretaris khusus yang menangani permasalahan ini, yaitu Sekretaris Rishtanata. Sekretaris di bidang ini pada awalnya dipilih melalui Majelis Musyawarah (MM), namun berdasarkan intruksi dari Khalifahtul Masih IV, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad rha tentang penunjukan sekretaris rishtanata mulai dari tingkat Nasional hingga tingkat lokal tidak akan dipilih lagi (melalui sistem pemilihan seperti memilih sekretaris-sekretaris lainnya), melainkan akan ditunjuk langsung oleh Amir Nasional masing-masing negara. {Jemaat Ahmadiyah Indonesia (ditanda tangani oleh Amir Nasional, Muhammad Lius Ma'ala), No. 392/22 Nubuwah 1379 HS/ November 1997, "Sekretaris Rishta Nata"}       
Sedangkan Pernikahan Kata dasarnya adalah nikah. Menurut bahasa Indonesia, kata nikah berarti berkumpul atau bersatu. Dalam istilah syari'at, nikah itu berarti melakukan suatu akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan seorang perempuan serta menghalalkan hubungan suami-istri dengan dasar sukarela dan persetujuan bersama, demi terwujudnya keluarga (rumah tangga) bahagia dan membina sebuah rumah tangga yang shalih dan masyarakat yang baik, yang diridhai oleh Allah Ta'ala.
Nikah termasuk perbuatan yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw atau sunnah Rasul. Dalam hal ini, disebutkan dalam hadis Rasulullah saw yang artinya, "Dari Anas Bin Malik ra, bahwasannya Nabi saw memuji Allah Ta'ala dan menjunjung-Nya, beliau saw bersabda, ; 'Akan tetapi aku shalat, tidur, berpuasa, makan, dan menikahi wanita, barangsiapa yang tidak suka perbuatanku, maka dia bukanlah dari golonganku.'"(Bukhari dan Muslim)
PAM-mubarak

Sunday, 10 April 2016

AHMADIYAH, DEPAG, MUI DAN NU SAMA-SAMA MEYAKINI ADANYA NABI DAN RASUL SETELAH MUHAMMAD, S.A.W.

AHMADIYAH, DEPAG, MUI DAN NU SAMA-SAMA MEYAKINI ADANYA NABI DAN RASUL SETELAH MUHAMMAD, S.A.W.
Q.S AL 'ARAF (7:35)

TERJEMAHAN : JAMA'AH MUSLIM AHMADIYAH

(7 : 36). Wahai Bani Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul dari antaramu yang memperdengarkan Ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barangsiapa bertakwa dan memperbaiki diri, tidak akan ada ketakutan menimpa mereka dan tidak pula mereka akan bersedih hati.

TAFSIR : JAMA'AH MUSLIM AHMADIYAH

Hal ini patut mendapat perhatian istimewa. Seperti pada beberapa ayat sebelumnya (yakni 7:27, 28, 32), seruan dengan kata-kata, Hai Anak-cucu Adam, dialamatkan kepada umat di zaman Rasulullah saw. Dan kepada generasi-generasi yang akan lahir dan bukan kepada umat yang hidup di masa jauh silam dan yang datang tak lama sesudah masa Adam as.

(Sumber AL QUR'AN DENGAN ERJEMAHAN DAN TAFSIR SINGKAT JUZ I S/D 10 hal.571 EDISI KELIMA Penerbit YAYASAN WISMA DAMAI)

TERJEMAHAN : DEPARTEMEN AGAMA RI

(7 : 35). Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

(Sumber AL QUR'AN DAN TERJEMAHANNYA JUZ 1 – JUZ 30 hal 226 EDISI BARU REVISI TERJEMAH JULI 1889 OLEH YAYASAN PENYELENGGARA PENTERJEMAH AL QUR'AN Penerbit DEPARTEMEN AGAMA REPUBILIK INDONESIA

TERJEMAHAN DAN TAFSIR MAJLIS ULAMA INDONESIA : AKAN DATANG TERUS NABI DAN RASUL SELAMA BUMI MASIH DI DIAMI MANUSIA

(7 : 35). Wahai anak-anak Adam! "Jika datang kepadamu Rasul-rasul dari antara kamu sendiri yang menceritakan kepada kamu ayat-ayat-Kami, maka barangsiapa yang bertakwa dan berbuat perbaikan, tidaklah ada ketakutan atas mereka mereka dan tidaklah mereka akan berdukacita".

Tafsir : Ayat ini dimulai (ayat 35) sekali lagi dengan menyeru manusia sebagai Anak-anak Adam. Sebab itu meskipun mulai diturunkan adalah terhadap kaum Quraisy di Mekah, dia berlaku untuk selanjutnya , bagi seluruh bani Adam selama bumi ini masih di diami manusia. Dia adalah sebagai salah satu dasar dari pada ilmu masyarakat.

(Sumber Tafsir Al Azhar Juz VI – VIII hal 221-225 Oleh PROF. DR. HAJI ABDUL MALIK ABDULKARIM AMRULLAH (HAMKA) Cetakan Februari 2004 Penerbit PUSTAKA PANJUNAS Jakarta

PENDAPAT AKAN ADA NABI SETELAH RASULULLAH MUHAMMAD SAW : NAHDATUL ULAMA (NU)

PERTANYAAN : Bagaimana pendapat Mu'tamar tentang Nabi Isa,a.s. setelah turun kembali ke dunia. Apakah tetap sebagai nabi dan Rasul? Pada hal Nabi Muhammad s.a.w. adalah nabi terakhir. Dan apakah mazhab empat itu akan tetap ada pada waktu itu?

JAWABAN : Kita wajib berkeyakinan bahwa Nabi Isa a.s. itu akan diturunkan kembali pada akhir zaman nanti sebagai nabi dan rasul yang melaksanakan syariat Nabi Muhammad s.a.w. dan hal itu tidak berarti menghalangi nabi Muhammad s.a.w. sebagai nabi yang terakhir sebab Nabi Isa a.s. hanya akan melaksanakan syariat nabi Muhammad s.a.w.. Sebab mazhab empat pada waktu itu hapus (tidak berlaku.

(Sumber MU'TAMAR NAHDATUL ULAMA KE III DI SURABAYA (22Rabiuts-Tsani 1347 – 26 September 1928

Friday, 8 April 2016

Bagaimana mendirikan SHALAT TANPA PENUTUP KEPALA

SHALAT TANPA PENUTUP KEPALA (PECI DLL) ???


Sholat bukanlah permainan, tapi ia adalah tanda ketundukan, keseriusan, ketawadhuan, dan kerendahan diri di hadapan Allah -Azza wa Jalla-. Seyogyanya seorang hamba saat ia menghadap, ia mengenakan pakaian yang layak digunakan; jangan asal-asalan dalam melaksanakan sholat !! Pilihlah pakaian yang layak, sebab sebagian orang ada yang tidak memperhatikan pakaian dan kondisi dirinya, seperti ia masuk ke dalam sholat, tanpa mengenakan penutup kepala, semisal surban, songkok, dan lainnya. Seakan-akan ia adalah seorang pekerja kuli yang mengenakan pakaian seadanya, padahal ia menghadap Allah Robbul Alamin.
Allah -Ta'ala- berfirman,
"Hai anak Adam, pakailah perhiasan kalian di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan". (QS. Al-A'raaf: 32).


Diantara perhiasan seorang mukmin adalah penutup kepala, seperti songkok, dan imamah (surban). Kebiasaan Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, dan para sahabatnya, baik dalam sholat, maupun di luar sholat, mereka senantiasa mengenakan imamah (surban), burnus (penutup kepala yang bersambung dengan pakaian), atau songkok. Adapun kebiasaan menelanjangi kepala, tanpa songkok atau surban, maka ini adalah kebiasaan orang di luar Islam.
Amr bin Huroits -radhiyallahu 'anhu- berkata,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ وَعَلَيْهِ عِمَامَةٌ سَوْدَاءُ
"Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam- pernah berkhutbah, sedang beliau memakai surban hitam". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (1359), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4077), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1104 & 3584)]
Al-Hasan Al-Bashriy -rahimahullah- berkata dalam menceritakan kebiasaan sahabat dalam memakai songkok dan imamah,
كَانَ الْقَوْمُ يَسْجُدُوْنَ عَلَى الْعِمَامَةِ وَالْقَلَنْسُوَةِ وَيَدَاهُ فِيْ كَمِّهِ
"Dahulu kaum itu (para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150) secara mu'allaq dengan shighoh jazm, Abdur Razzaq dalam Al-Mushonnaf (1566)]
Abdullah bin Sa'id-rahimahullah- berkata,
رَأَيْتُ عَلَى عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَلَنْسُوَةً بَيْضَاءَ مِصُرِيَّةً
"Aku lihat pada Ali bin Al-Husain ada sebuah songkok putih buatan Mesir". [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (24855)]
Inilah beberapa hadits dan atsar yang menunjukkan bahwa para salaf (Nabi -Shallallahu 'alaihi wa sallam-, sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in), dan generasi setelahnya memiliki akhlaq, dan kebiasaan, yaitu menutup kepala baik di luar sholat, apalagi dalam sholat. Kebiasaan dan sunnah ini telah ditinggalkan oleh generasi Islam, hanya karena alasan malu, dan tidak sesuai zaman –menurut sangkaannya- !! Terlebih lagi dengan munculnya berbagai macam model, dan gaya rambut yang terkenal, seperti model Duran-Duran, Bechkham, Mandarin, dan lainnya. Semua ini menyebabkan sunnah memakai penutup kepala mulai pudar, dan menghilang. Nas'alullahas salamah minal fitan.
Jadi, disunnahkan bagi setiap orang yang mau melaksanakan shalat untuk mengenakan pakaian yang layak dan paling sempurna. Di antara kesempurnaan busana shalat adalah dengan memakai imamah (sorban), songkok, atau lainnya yang biasa dikenakan di kepala ketika beribadah. Boleh melakukan shalat dengan membuka kepala bagi kaum laki-laki, sebab kepala hanya menjadi aurat bagi kaum wanita, bukan untuk kaum pria. Namun tentunya jangan dijadikan kebiasaan seorang masuk ke dalam sholat ataupun di luar sholat tanpa mengenakan surban atau songkok.

Tidak pernah disebutkan sebuah riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah -Shollallahu 'alaihi wasallam- tidak memakai tutup kepala ketika shalat kecuali hanya ketika ihram. Barangsiapa yang menyangka beliau pernah tidak memakai imamah ketika shalat -selain pada saat melakukan ihram-, maka dia harus bisa menunjukkan dalilnya. Yang benar itulah yang paling berhak untuk diikuti. [Lihat Ad-Dinul Khalish (3/214)
PAM-mubarak

Pentingnya Sarana Modern Dalam Penyebaran Islam Damai

Kutipan Ringkasan Khutbah Jum'at 04 Maret 2016
Sayyidina Amirul Mu'minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad
Khalifatul Masih al-Khaamis ayyadahullaahu Ta'ala binashrihil 'aziiz

Tentang: Khalifatul Masih II ra: Mutiara Hikmah (Paragraf 18-19)

Penerjemah: Hafizhurrahman
Editor: Dildaar Ahmad

Setelah menerima Ahmadiyah, kita dapat menjaga keimanan kita dengan tetap memelihara hubungan yang kuat dan terus-menerus dengan Nizam Jemaat dan Khilafat. Untuk itu kita hendaknya menggunakan sarana-sarana yang dapat membuat diri kita senantiasa terhubung dengan Nizam Jemaat dan Khilafat meskipun berada di tempat yang jauh. Hadhrat Mushlih Mauud ra mengatakan bahwa tidak akan ada kemajuan di dalam pekerjaan Jemaat jika kita tidak memiliki hubungan dengan sumber utamanya. Beliau ra memberikan contoh pada masa beliau ra lalu bersabda bahwa surat kabar [terbitan Jemaat] merupakan suatu sarana terbaik untuk memelihara hubungan tersebut. Jika seseorang senantiasa membaca surat kabar Jemaat dimana pun ia berada, maka ia seolah-olah senantiasa berada di dekat Jemaat ini. Beliau ra bersabda bahwa di kesempatan Jalsah, beliau ra bisa memberikan ceramah kepada para lajnah hingga yang duduk di tempat yang jauh melalui loudspeaker. Demikian pula, surat kabar juga bisa senantiasa memelihara mereka yang berada di tempat yang jauh agar tetap berhubungan dengan Jemaat. Hadhrat Masih Mauud as senantiasa bersabda bahwa surat kabar Al-Hakam dan Badr merupakan dua tangan beliau as. Pada masa Hadhrat Masih Mauud as, surat kabar Jemaat ini sangat terkenal di kalangan anggota Jemaat dan meskipun Jemaat masih sedikit, namun penjualan surat kabar Badr sangat luas. Bahkan, para Ahmadi yang tidak berpendidikan pun akan membeli surat kabar ini lalu memberikannya kepada orang lain agar dapat dibaca sebagai sarana tabligh. Seorang Ahmadi yang tidak terpelajar, yang bekerja sebagai penarik kereta kuda, selalu membeli surat kabar Al-Hakam. Dan ketika ia merasa bahwa penumpangnya merupakan seorang yang baik, ia akan memberikan mereka surat kabar tersebut lalu meminta untuk membacakannya. Seperti inilah caranya memperkenalkan Ahmadiyah kepada para penumpangnya. Dikatakan, meskipun ia tidak berpendidikan, namun ia merupakan orang yang paling banyak membawa orang-orang baiat semasa hidupnya.

Waktu telah berubah dan sekarang terdapat banyak sarana yang tersedia. Setiap Ahmadi hendaknya menanamkan kebiasaan menonton MTA bagi tarbiyat diri sendiri serta untuk menumbuhkan hubungan yang kuat dengan Khilafat. Hendaknya kita menyampaikan kepada teman-teman kita mengenai website Jemaat. Banyak orang yang menulis surat seraya berkata bahwa semenjak mereka mulai dawam menonton MTA, paling tidak menonton Khotbah Jumat, maka keimanan mereka semakin kuat dan mereka merasa hubungan mereka dengan Jemaat juga semakin kokoh. MTA dan website Jemaat (www.alislam.org) merupakan sumber yang sangat bagus bagi pertablighan dan juga tarbiyat para Ahmadi serta senantiasa menghubungkan mereka dengan Khilafat dan Jemaat.

--