Thursday, 29 October 2015

Surat Penolakan Permintaan Imam Dari Majelis Ulama Indonesia


8‬: أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA
CABANG SUKABUMI.

Badan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953
Domisili: Jln Sriwedari Gg. Sriwedari VI No.06,RT.06, RW.01, Kel. Selabatu, Kec. Cikole, Kodya Sukabumi,43114 Phone.081346635204
Nomer: 01/JAI-Sukabumi/10-09-2015
Lampiran: 6 lembar
Hal.: Tanggapan dan Penjelasan Surat Dari MUI Kota Sukabumi
Kepada Yth.
Bapak Wali Kota Sukabumi
H. Muhammad Muraz
Di
T e m p a t
السلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Semoga Bapak beserta staf senantiasa berada dalam keadaan sehat wal afiat serta dalam limpahan karunia dan Inayah yang khas dari Allah Ta'ala. Aamiin.
Dengan surat ini kami sampaikan kepada bapak mengenai tanggapan kami tentang rencana Majelis Ulama Indonesi (MUI) Kota Sukabumi untuk untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at tanggal 11 September 2015 di masjid Bilal - Jalan Sriwedari.
Terlebih dahulu kami sampaikan kronologisnya bahwa pada hari Rabu, Tanggal 09/09/2015 JAI Sukabumi kedatangan tamu dari MUI Kota Sukabumi, yang diantaranya adalah Bapak Ketua umum I MUI Kota Sukabumi, Sekretris MUI Kota Sukabumi dan juga jajarannya. Adapun maksud dan tujuannya adalah untuk menyampaikan surat No.85/K/MUI-KOSI/IX/2015 perihal Ajakan sholat Jum'at Di Mesjid Bilal.
Kami dalam hal ini pengurus JAI Kota Sukabumi yang berbadan Hukum Keputusan Menteri Kehakiman RI No. JA.5/23/13 Tgl.13-3-1953, telah mengambil sikap bahwa kami JAI Kota Sukabumi tidak dapat mengizinkan yang Yth. Bapak-bapak Pengurus MUI untuk bertindak selaku Imam dan khotib pada Jum'at Tanggal 11 September 2015, karena di masjid kami telah diatur dengan resmi susunan kepengurusan dan juga jadwal imam sholat dan Khotibnya. Maka dengan hal ini harap bapak-bapak dari Pengurus MUI kota dapat memakluminya.
Sebagai tambahan lain mengenai sikap kami tidak mengizinkan sebagaimana yang tercantum dalam penjelasan diatas adalah sebagaimana tercantum dalam penjelasan kami berikut ini:
1.Kami menyambut baik gagasan tersebut dan sesungguhnya kami pun sudah sangat rindu untuk sholat berjamaah bermakmum khususnya dengan MUI, namun selama ini sikap MUI terhadap kami sangatlah intoleran, kami telah dinyatakan sesat, kafir, non muslim,  dan lain-lain bukan hanya kepada kami tapi terlebih kepada pimpinan kami dengan menyatakan bahwa pimpinan kami sebagai Nabi Palsu, dajjal, pendusta dan lain-lain. Bahkan bukan hanya hal yang tersebut diatas, tindakan penganiayaan secara bathin, secara pisik pun kami rasakan kami telah diberlakukan secara intoleran, mesjid kami dirusak, dibakar bahkan ada saudara-saudara kami yang terbunuh dan diasingkan tidak dapat tinggal lagi di rumahnya sendiri diakibatkan dari fatwa-fatwa sesat menyesatkan, dan juga fatwa kafir yang mana sudah menjadi label dari jemaah kami. Dengan kondisi demikian, bagaiman kami dapat bermakmum dengan saudara-saudara kami dari MUI?. Sungguh sangat naif sekiranya diri kita, orang tua kita telah dihina dan dicaci maki, dijelek-jelekan kemudian kita harus mengikuti org yang telah menghina dan menjelek-jelekan diri kita dan orang tua kita sendiri?.
2.Sebagaimana Sabda Rasulullah saw, : وَلَا تَؤُمَّنَّ الرَّجُلَ فِي أَهْلِهِ وَلَا فِي سُلْطَانِهِ وَلَا تَجْلِسْ عَلَى تَكْرِمَتِهِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا أَنْ يَأْذَنَ لَكَ أَوْ بِإِذْنِهِ yang artinnya : Jangan sampai seseorang menjadi imam dalam keluarga orang lain dan jangan pula dalam wilayah kekuasaan (wewenang) nya dan jangan duduk di tempat duduk di rumah orang lain selain telah mendapat izin, atau seizinnya."(HR. Muslim), 3.Begitupun dalam hal bertamu di lingkungan mesjid yang telah terbentuk kepengurusan DKM, pihak MUI tidak dapat sewenang-wenang untuk dapat menjadi Imam Dan Khotib ditempat kami karena seuai dengan ketentuan dan perintah Nabi Muhammad saw pun demikian petunjuknya.
Selama ini beberapa kalangan MUI menyatakan bahwa sholat kami berbeda dengan muslim pada umumnya, seharusnya yang dilakukan oleh MUI adalah mengikuti sholat yang kami lakukan baik dari segi bacaan dan gerakan dalam sholat, bukan memaksa kami bermakmum, bagaimana kami bisa membuktikan tuduhan bahwa sholat kami sama apabila kami tidak diberi kesempatan untuk menjadi Imam Sholat?.
4.Prinsip sholat pada hakekatnya adalah hubungan pribadi  hamba dengan Sang Khalik  dan untuk itu terdapat syarat-syarat yang dapat dikategorikan syah dan tidaknya sholat sebagaimana hadist Rasulullah saw diantaranya adalah bahwa dalam berjamaah seorang makmum harus yakin terhadap kualitas iman seseorang Imam dan juga bukan dalam keadaan terdzalim.
5.Kami sangat berterima kasih dan siap menerima dengan rasa hormat dan penuh kehangatan, apabila pihak MUI ingin melakukan pembinaan kepada kami dalam bentuk tarbiyah dan diskusi shingga dapat terjalin rasa saling pengertian yang selama ini terkesan terputus dan juga kami terkesan eklusif. Dan adapun mengenai mengadakan Sholat dan juga khutbah jum'at bagi kami bukanlah sarana yang efektif untuk hal itu itu karena tidak tersedia ruang dua arah dan cenderung  kontra produktif sehingga menimbulkan suasana ukuwah islamiyyah kita tercedrai dimanfaatkan oleh oknum yang akan memperkeruh suasana dikarenakan masih terdapat hambatan-hambatan prinsip dalam pelaksanaan ibadah tersebut sebagaimana diuraikan dalam point-point awal. Dan dengan hal itu kami siap menerima kapan saja pembinaan dari MUI diluar rencana Sholat Jum'at dan juga Khutbahnya.
Demikianlah uraian kami ini kami sampaikan kepada Yth. Bapak Wali Kota Sukabumi, semoga hal ini dapat bapak maklumi untuk dapat ditindak lanjuti oleh jajaran staf MUSPIDA Kota Sukabumi.
Jazakumullah Ahsanal jaza
والسلام عليكم ورحمت الله وبركاته
Kami Yang termat Lemah,
            H. Agus Yunus
Ketua Cabang Sukabumi Kota
Tembusan Disampaikan kepada :
Yth. Bapak Ketua MUI Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Kapolres Sukabumi di Sukabumi
Yth. DANDIM 0607 Sukabumi kota di Sukabumi
Yth. Kepala Kemenag Kota Sukabumi di Sukabumi
Yth. Komnasham
Yth. LBH Jabar
Yth. Kapolda Jabar
Yth. Kementrian Dalam Negeri RI
Yth. Menkopolhukam RI
Yth. Kementrian Agama RI
Yth. Amir Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
Dalam kondisi sedikit "tegang" dan dlm penjagaan dr kepolisian,, Alhamdulillah sktr jam.10 td pagi justru bai'at seorang pemuda u/ bergabung k dlm jemaat.

Pentingnya Tahrik Jadid Dalam Jemaat Ahmadiyah


Amanat Huzur melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir. Berkantor di Rabwah di bidang Tahrik Jadid, membawahi seluruh mubaligh di seluruh dunia.

Saya hadir di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu atas perintah Huzur. Huzur bersabda bahwa beliau mengirim salam kepada anda. Huzur ingin mengetahui kabar kebaikan-kebaikan di cabang Anda.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang dalam wujud Masih Mau'ud as. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.

Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, tak secuil debu pun. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.

Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
Q: Kapankah kemenangan Islam akan terjadi?

A: Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Dia tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saa, tetapi hingga laut menjadi kring. Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya.

Q: Metode bertabligh
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.
Q: bagaimana caranya mengajak seseorang untuk aktif?
A: Ajak makan bersama. Kalau dia senang dan menerima ajakan Anda, maka dia percaya pada Anda. Buat dia tertarik pada Anda dengan membicarakan apa yang dia suka.
Q: Bagaimana pembatasan penggunaan Facebook mengingat manfaatnya bisa bertemu kawan-kawan, tetapi Huzur V melarang penggunaannya?
A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.
Q: Apakah Ristanata seperti ta'aruf?
A: Tidak benar kalau seorang ghaer Ahmadi dan pemuda Ahmadi mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena banyak keburukannya.

Amanat Huzur ATBA melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir.


Bontang, 21 sep 2015. Amanat Huzur melalui Utusannya Tuan Laiq Ahmad Nasir. Muballigh yang berkantor di Rabwah di bidang Tahrik Jadid.

Saya hadir di hadapan Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu atas perintah Huzur. Huzur bersabda bahwa beliau mengirim salam kepada anda. Huzur ingin mengetahui kabar kebaikan-kebaikan di cabang Anda.
Huzur bersabda bahwa banyaklah berdoa, berdoa, dan berdoa agar keadaan kita akan berubah meraih kemenangan seperti yg disabdakan Masih Mau'ud. Bersabarlah Anda semua menghadapi keadaan ini, banyak berdoa, insya Allah akan berubah baik. Tidak perlu takut dan cemas, justru harus banyak-banyak berdoa.

Selanjutnya beliau sampaikan bahwa Masih Mau'ud as. adalah nabi Allah. Kita harus bersyukur atas nikmat ini karena berada dalam jemaat Nabi ini. Cara terbaik mensyukuri nikmat ini adalah dengan mengamalkan sabda-sabda Masih Mau'ud as. Hanya mengatakan bahwa sudah baiat, baiat secara zahir, tak ada nilai apa-apa, selama belum mengamalkan amalan soleh dan ajaran-ajaran Masih Mau'ud as.
Hendaknya kita mengabarkan pada orang2 bahwa ini adalah Jemaat Nabi Allah yang membawa petunjuk bagi hidup kita. Seseorang telah datang  kehadapan Masih Mau'ud as. 

Dan bertanya untuk menunjukkan 1 tanda kebenaran beliau. Beliau as. Bersabda "lihatlah wajahku, apakah ini wajah yang benar atau wajah pendusta. Karena wajah pendusta dan wajah yang benar sangat berbeda." Karena itu ketika kita berada di jemaat Nabi yang benar, maka kita pun harus menjadi anggota yang benar. Maka akan terbukti jemaat ini benar apabila kita mengamalkan ajaran2 Masih Mau'ud as. Itu akan terbukti dari amal baik kita yang akan mempengaruhi orang.Tinggalkan hal-hal yang jelek. Harus berusaha sekuat tenaga mencapai kebaikan-kebaikan.

Beliau as. adalah seorang nabi yang ditunggu oleh ribuan orang-orang suci sebelum beliau. Begitupula para aulia yang telah berlalu. Tetapi Allah Ta'ala memberi kita taufik berada di jemaat ini. Karena itulah kita harus bersyukur degan mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya. Beliau juga mengatakan bahwa setelah beliau akan ada nikmat lain berupa khilafat. Sebagaimana setelah Rasulullah khilafat berdiri. Yang setelah itu berlalu. Yang mana pada waktu itu para sahabat telah hidup bersama mereka. Jika kita bandingkan diri kita dengan para sahabat, kita tidak ada apa-apanya, bahkan dengan secuil debu yang menempel dispatu mereka pun kita tidak ada apa-apanya. Tetapi Allah telah mengaruniakan kita menjadi murid-murid masih mauud as.

Semoga Allah Ta'ala memberi kita semua karunia untuk dapat menyemournakan apa yang dikehendaki dalam jemaat ini. Semoga Allah Ta'ala menutupi keburukan-keburukan dalam dir kita.
Q: Kapankah kemenangan Islam akan terjadi dibawah khilafat dan sampai kapan?
A: insyaAllah kemenangan akan terjadi. Allah telah menjanjikan kemenangan Islam. Allah SWT berfirman"lam tajida li sunnatillahi tabdila" bahwa sunnah Allah tidak akan melenceng. 

Allah adalah zat yang tidak pernah mengingkari janji-Nya. Janji ini telah Dia sabdakan kepada Rasulullah saw. dan Masih Mau'ud as. Dia telah bersabda bahwa Jemaat ini tidak hanya berdiri 300 tahun saja, bahkan hingga lautan menjadi kring. Tetapi Kemenangan itu akan terjadi kapanpun Dia menghendakinya. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah bahwa khilafat ini akan sampai pada hari Qiyamat. Kalau kita lihat dalam Alquran Bahwa orang-orang mukmin yang akan mendapatkannya adalah yang mengamalkan amal shaleh.

Q: Metode bertabligh yang terbaik?
A: Tidak perlu banyak adu argumen dalam bertabligh. Tunjukkan bahwa kita orang yang benar dan baik. Allah telah menanamkan bibit kebaikan dalam diri setiap manusia, cukup tunjukkan itu. Kalau orang melihat kita baik, tidak mungkin mereka akan berbuat buruk pada kita. Kalau orang tertarik akan kebaikan kita, maka apapun yang Anda sampaikan akan diterima. Dengan sendirinya mereka akan mengikuti jemaat ini. Itulah yang paling berpengaruh dalam pertablighan. Saya perhatikan banyak turis datang ke Indonesia. Apabila Anda melihat turis, jangan sungkan-sungkan untuk menawarkan rumah misi juga perpustakaan. Syaratnya perpustakaan Anda harus sempurna isinya. Buku-buku tersedia dalam berbagai bahasa.

Q: bagaimana caranya mengajak anggota yang tidak aktif?
A: dekati,  jadikan teman atau sahabat. Cari hal-hal yang membuat dia tertarik. Kalau dia sudah bisa diajak/diundang makan bersama. InsyaAllah dia pun akan mau diajak kemesjid. Jangan mengajak dengan kasar dan membuka aibnya. Kalo seperti itu justru dia akan semakin menjauh.
Q: Bagaimana pembatasan penggunaan Facebook mengingat manfaatnya bisa bertemu kawan-kawan, tetapi Huzur V melarang penggunaannya?

A: Benar bahwa Huzur V melarang penggunaan Facebook terutama untuk anak-anak perempuan. Karena terbukti Facebook banyak melahirkan keburukan dan banyak kebohongan. Karena itu Huzur melarang penggunaan Facebook untuk anak-anak perempuan. Memang setiap hal itu ada dua sisi. Ada hal baik dan buruk. Kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, kita akan meraih faedah. Sesuatu yg lebih banyak keburukannya, maka tinggalkanlah. Inilah alasan Huzur melarang penggunaan Facebook khususnya bagi anak perempuan kta agar mereka terjaga, selamat.

Q: Apakah Ristanata seperti ta'aruf?
A: Tidak benar kalau seorang khuddam atau Lajnah mengadakan hubungan gelap tanpa sepengetahuan orangtua atau pengurus. Karena akan banyak keburukannya.

Q: bagaimana kedudukan jalsah. Ada yg mngatakan saya ikut jalsah tapi tidak ada perubahan dalam diri saya, bagaimana dengan hal itu?
A: dengan mengikuti jalsah dengan baik maka dia akan mengetahui kelemahan dirinya sehingga dia bisa merubah dirinya menjadi lebih baik. Kalo ada orang yang mengatakan hal itu berarti dia tidak mengikuti jalsah dengan sebaik-baiknya.

Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW mengenai Perbedaan


Berkaca Pada Contoh Nabi Muhammad SAW Mengenai Perbedaan Keyakinan.


Oleh: Nasaruddin Umar (Wamenag RI)
DALAM wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), perlu didefinisikan apa itu aliran sesat? Siapa yang berhak menyesatkan sebuah aliran? Apa kriteria aliran sesat? Siapa yang menentukan kriteria itu? Apa dasarnya?

Apakah aliran sesat itu pelanggaran pidana? Apa sanksi aliran yang dinyatakan sesat itu? Bagaimana menghukum aliran sesat? Siapa yang berhak menghukumnya? Bagaimana menyelesaikan dampak penyesatan sebuah aliran yang sudah lama eksis di dalam masyarakat?

Kesemuanya ini menjadi bukti tidak sederhananya menyelesaikan persoalan penyesatan sebuah aliran. Apalagi aliran itu berada di dalam wilayah keyakinan seseorang, sulit dideteksi, dan berpotensi menghakimi secara tidak adil kepada orang yang disangka penganut aliran sesat.

Ketika sebuah rezim otoriter berkuasa dan ketika dinasti mayoritas memegang kendali nilai, maka di situ berpotensi muncul kalimat dan akronim menakutkan, terutama kepada kaum minoritas.

Akronim itu misalnya kelompok oposisi, pemberontak, ideologi radikal, aliran sesat, ajaran terlarang, dan lain sebagainya. Bahkan tokoh di balik kelompok minoritas itu sering disebut orang gila, tukang sihir, paranormal, provokator, dan lain-lain.

Nabi Muhammad saw sendiri, sama seperti nabi-nabi sebelumnya, pernah mengalami hal yang sama dari penguasa Mekkah ketika pertama kali memperkenalkan ajaran Islam yang dibawanya. Ia pernah dianggap sebagai penganut aliran sesat, diusir, diancam akan dibunuh, dan ajaran agama yang diperkenalkannya dianggap sesat.

Nabi Muhammad sendiri dianggap orang gila (Mereka berkata: "Hai orang yang diturunkan Al Qur'an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila". (Q.S. al-Hijr/15:16), dianggap paranormal atau tukang tenung ("Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila. (Q.S. al-Thur/52:29).

Bahkan Nabi dianggap tukang sihir ("Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila"). (Q.S. al-Dzariyat/51: 52). Ada juga yang mengganggap penyair gila (Dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? (Q.S. al-Shaffat/37:36).

Nabi Muhammad sebagai seorang pemegang kendali otoritas Mekah-Madinah, tidak pernah membumi hanguskan para penganut aliran sesat. Bahkan Musailimah al-Kadzdzab yang nyata-nyata mendeklarasikan diri sebagai Nabi (palsu) di depan Nabi tidak pernah ditangkap atau diinstruksikan untuk dieksekusi.

Musailimah bahkan ditantang untuk menayangkan karya andalannya berupa imitasi wahyu yang dibuatnya sendiri dipamerkan di pintu masuk ka'bah. Biar nanti masyarakat menilai, mana ajaran orisinal mana ajaran yang palsu.

Nabi Muhammad juga pernah memarahi panglima perang Usamah lantaran membunuh seorang musuh yang sudah bersyahadat. Setelah Usama diinterogasi Nabi, Ia menjawab saya membunuh orang itu karena hanya ingin menyelamatkan diri ketika dirinya terpojok.

Saat itulah Rasulullah mengeluarkan pernyataan sebagaimana dikutip di dalam Al-Muwaththa': Nahnu nahkumu bi al-dhawahir waAllahu yatawalla al-sarair (Kita hanya menghukum apa yang tampak, hanya Allah yang berhak menghukum apa yang tidak tampak).

Dalam banyak riwayat Nabi memberikan kesempatan kepada mereka yang dianggap sesat untuk mengintrospeksi diri. Nabi tidak pernah memaksakan kehendaknya kepada kelompok minoritas, apalagi kalau hal itu menyangkut masalah aliran.

Bukankah Allah Swt juga telah mengingatkan kita: "Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah member petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya". (Q.S. al-Qashash/28:56).